Menghadapi Ancaman “Pocket Rocketman” Di Nomor Keirin Putra

  Jakarta, jurnalsumatra.com – Indonesia akan mencoba peruntungannya untuk membuat kejutan di nomor balapan track keirin putra Asian Games 2018 yang digelar di Jakarta International Velodrome, Jumat.
Tim balap sepeda Indonesia akan menurunkan dua pebalap yaitu Puguh Admadi dan Terry Yudha Kusuma di keirin putra.
Keirin mungkin menjadi ajang paling aneh di balapan trek. Dikembangkan di Jepang tadinya untuk tujuan judi.
Terdapat hingga tujuh pebalap yang turun di lomba sejauh delapan putaran ini.  Namun, di 5,5 putaran (1.400 m), para pebalap akan dipandu dan mengikuti di belakang sepeda bermotor yang dikenal sebagai derny.
Para pebalap di belakang derny akan berusaha saling mengambil posisi yang menguntungkan untuk melaju setelah derny menyingkir dari trek.
Sisa 2,5 lap atau 600 meter akan menjadi balapan murni sprint di mana pebalap yang melintas garis finis pertama lah yang akan keluar sebagai pemenang.
Terry, pebalap muda berusia 19 tahun itu, akan menjadi tumpuan Indonesia di keirin putra.
Pelatih kepala timnas balap sepeda Indonesia Dadang Haris Purnomo mengatakan bahwa dirinya mendapatkan banyak respon positif dari para pelatih asing tentang performa Terry.
“Ini bukan saya yang bilang, tapi mereka. Kalian punya Terry, pebalap muda yang bagus, masih muda 19 tahun,” ungkap Dadang.
Rekor terbaik Terry berada di angka 10,20 detik di keirin, ungkap Dadang.

“Walau besok yang turun juga pebalap kelas semua, tapi mungkin saya akan mencoba semaksimal mungkin bagaimana Terry bisa bermain dengan bagus,” kata Dadang.
Bukan tanpa alasan disiplin Keirin menjadi tantangan berat bagi Terry dan Puguh.
Di sana akan turun pebalap Malaysia Mohd Azizulhasni Awang, peraih medali perunggu Olimpiade Rio di disiplin Keirin putra.
Awang, si Pocket Rocketman, sedang berada di atas angin setelah meraih medali emas di nomor sprint putra Asian Games 2018 pada Kamis mengalahkan pebalap putra Jepang Tomohiro Fukaya dengan dua catatan waktu terbaik yaitu 10,401 detik dan 10,204 detik di babak final perebutan medali emas.
“Sprint adalah ajang yang benar-benar berbeda. Kamu harus sangat kuat di sprint. Saya sangat senang karena ini adalah satu lagi pencapaian saya, juga bagian dari motivasi saya untuk balapan besok di keirin,” kata Awang.
Pebalap Malaysia ini juga sebelumnya meraih medali emas di keirin putra pada UCI China Track Cup di Taiyuan, China, Juni lalu.
“Jika saya bisa memiliki strategi yang baik untuk besok saya yakin bisa menang,” kata Awang.
Baca juga: Kepala pelontos dan kumis strategi kemenangan Azizulhasni Awang
Balap sepeda track Asian Games memasuki hari terakhirnya pada Jumat dengan menyisakan empat disiplin pertandingan yaitu madison putri, madison putra, sprint putri dan keirin putra.
Pebalap putri Indonesia Crismonita Dwi Putri akan melanjutkan perjuangannya di babak perempat final sprint putri pada Jumat.
Sementara Ayustina Delia Priatna dan Liontin Evangelina Setiawan akan turun di disiplin madison putri.
Kemudian Projo Waseso dan Bernarnd Benyamin van Aert akan turun di Madison putra.   (anjas)

Leave a Reply