Menkes: Perempuan Harus Berpengetahuan

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Menteri Kesehatan Nila Moeloek menegaskan bahwa perempuan harus berpengetahuan, khususnya di bidang kesehatan mengenai tumbuh kembang anak untuk mencegah kelahiran generasi kerdil.
“Artinya perempuan harus berpengetahuan. Sangat, saya sangat mendukung status perempuan itu dinaikkan,” kata Nila, di Jakarta, Jumat.
Menurut Menkes, perempuan sejak sebelum menikah dan melahirkan anak harus mengetahui tentang pola asuh, terutama pengetahuan tentang kesehatan anak guna menghindari kasus kekerdilan pada anak atau stunting.
“Kenapa, karena kita harus tahu bagaimana mendidik anak, menjaga kesehatan anak, bagaimana cara kita memberi ASI, inisiasi menyusui dini, IMD kita harus mengerti, kenapa ASI ekslusif, cara berikan ASI, apa itu stunting. Saya kira pendidikan pengetahuan perempuan itu penting sekali,” kata Nila.

     Berdasarkan data Kementerian PPN-Bappenas tercatat sebanyak 9 juta anak Indonesia mengalami kondisi gagal tumbuh atau kekerdilan.  Kasus kekurangan gizi kronis akibat tidak terpenuhi gizi anak dalam 1.000 hari pertama kehidupan menyebabkan pertumbuhan fisik dan otak anak terhambat.
Dari sisi ekonomi, Kementerian PPN-Bappenas memprediksi kerugian ekonomi akibat masalah kekerdilan pada anak saat ini bisa membuat kerugian ekonomi bagi negara sebesar 2-3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) per tahun.
Persentase tersebut apabila dinilai berdasarkan PDB 2017 sebesar Rp13.000 triliun pada 2017, maka diperkirakan potensi kerugian akibat kasus kekerdilan bisa mencapai Rp300 triliun per tahun.
Karena itu, pemerintah fokus menyelesaikan permasalahan kekerdilan pada anak melalui lintas sektor yang mempengaruhi terjadi kasus kekerdilan pada anak.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + nineteen =