Menlu: Rawat Persatuan Hormati Perbedaan Demi Perdamaian

Bandung, jurnalsumatra.com – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berpesan kepada seluruh pemuda Indonesia untuk merawat persatuan dan menghormati perbedaan demi terciptanya perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Perdamaian tidak datang dari langit. Perdamaian harus diupayakan dan dirawat. Sementara itu, perbedaan adalah kodrat. Untuk itu, pengingkaran terhadap perbedaan adalah pengingkaran terhadap kodrat,” ujar Menlu Retno Marsudi di Bandung, Rabu.
Pernyataan tersebut disampaikan Menlu RI di hadapan sekitar 1.000 mahasiswa pada kegiatan “talk show” yang bertempat di Graha Sanusi, Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Jawa Barat.
Menlu Retno mengungkapkan upaya-upaya Indonesia bagi penjagaan perdamaian dunia. Dia menekankan bahwa bagi Indonesia, diplomasi perdamaian dan diplomasi kemanusiaan menjadi dua prioritas diplomasi Indonesia di luar negeri di tengah situasi dunia yang semakin tidak menentu.
Misalnya, untuk Afghanistan yang tengah berada dalam situasi konflik, Pemerintah Indonesia menginisiasi pertemuan trilateral ulama antara Afghanistan, Pakistan dan Indonesia yang mengajak para ulama di ketiga negara bertukar pandangan mengenai perdamaian.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga terus secara konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Pada Oktober lalu, telah diresmikan “Palestine Walk” yang menandai solidaritas Indonesia dan Palestina.
Pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk meningkatkan kontribusi pada Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dalam penanganan berbagai masalah terkait pengungsi Palestina.
Menurut Menlu Retno, dalam diplomasi, Indonesia selalu mengupayakan pencegahan konflik (conflict prevention). “Indonesia yang majemuk membuat potensi perbedaan mutlak ada.
Namun, kita menjadikan kemajemukan tersebut sebagai aset. Kemajemukan harus dirawat dengan toleransi dan saling menghormati.
“Dengan begitu Indonesia akan dilihat sebagai negara yang kuat dan dicontoh oleh negara lain,” kata Menlu Retno.
Dia menambahkan bahwa rekam jejak diplomasi Indonesia selama ini dicatat dan diapresiasi oleh dunia. Hasilnya, Indonesia pun terpilih menjadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. (anjas)

Leave a Reply