Menpan RB Apresiasi Inovasi Pemkot Yogyakarta


Yogyakarta, jurnalsumatra.com –  Pemerintah pusat akan selalu mendorong inovasi-inovasi yang bersifat lokal dan instansional.

Tidak sampai di situ. Inovasi tersebut akan diterapkan secara nasional dan diangkat serta dijadikan program nasional.

Hal itu disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafrudin, Kamis (18/7/2019), di Semarang, Jawa Tengah.

Salah satunya, menurut Syafrudin, adalah inovasi milik Pemerintah Kota Yogyakarta. “Yakni pengisian surat pemberitahuan pajak daerah secara elektronik,” tandas Syafrudin usai menyerahkan penghargaan.

Inovasi layanan pengisian surat pemberitahuan pajak daerah elektronik (e-SPTPD) milik Pemerintah Kota Yogyakarta berhasil meraih penghargaan “Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2019” dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Penghargaan yang diserahkan Menpan RB Syafrudin diterima Wakil Walikota Yogyakarta Drs Heroe Poerwadi, MA.

Wakil Walikota Yogyakarta, Menurut Heroe Poerwadi, e-SPTPD hadir sejalan dengan misi Pemkot Yogyakarta untuk mewujudkan Kota Yogyakarta sebagai Smart City.

Bagi Heroe, dengan e-SPTPD wajib pajak dapat menyelesaikan kewajibannya dalam melaporkan dan membayar pajak hanya dalam waktu lima menit saja.

Kini, e-SPTPD dapat diakses melalui perangkat yang terhubung dengan internet melalui situs https://sptpd.jogjakota.go.id dan telah terintegrasi dengan aplikasi Jogja Smart Service (JSS).

Kemudahan lain yang didapat melalui e-SPTPD, seperti dikatakan Heroe, wajib pajak tidak perlu datang ke loket, mengantri, dan mengisi formulir secara manual. “Karena semuanya dapat dilakukan secara daring melalui gawai yang dimiliki,” terang Heroe.

Selain itu, wajib pajak tidak perlu datang ke loket pelayanan pajak daerah, tapi dapat melaporkan melalui ponsel kapan saja dan di mana saja. 

Disampaikan Heroe, tak hanya itu saja, pembayaran dapat dilakukan secara tunai di seluruh Bank BPD DIY, transfer dan mobile banking. 

“Dalam pelaporannya wajib pajak cukup mengisi omset dan sistem e-SPTPD secara otomatis menghitung pajak yang harus dibayar,” papar Heroe Poerwadi.

Nantinya dengan e-SPTPD, wajib pajak juga dapat memantau progress pajak yang dibayarkan sampai masuk ke rekening kas umum daerah. “Sehingga mencegah  tindakan penyalahgunaan yang dilakukan oleh aparat pemerintah,” kata Heroe Poerwadi, Jum’at (19/7/2019).

Sejak e-SPTPD diluncurkan pada Desember 2017 lalu, realisasi penerimaan pajak daerah terus meningkat.

Pada 2017 penerimaan pajak sebesar Rp 188,491 miliar, tahun 2018 meningkat menjadi Rp 213,508 miliar. Hingga Juni 2019 realisasi pajak daerah Kota Yogyakarta sebesar Rp 104,416.

Dengan diraihnya penghagaan tersebut, Wakil Walikota berharap segenap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Yogyakarta dapat terus berinovasi dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, menyederhanakan proses pelayanan, akuntabel, transparan, bersih dan tepat waktu.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Wasesa, menambahkan, jumlah wajib pajak di Kota Yogyakarta yang sudah melaksanakan e-SPTPD adalah 1.372 wajib pajak atau 80 persen dari keseluruhan wajib pajak.

Sejak adanya e-SPTPD,  prosentase jumlah wajib pajak yang melaporkan dan membayarkan pajak tepat waktu juga mengalami kenaikan.

Tingkat kesadaran membayarkan kewajiban pajaknya tepat waktu juga meningkat. Dari 2017 rerata 904, setahun kemudian tahun 2018 naik menjadi 931 dan saat ini tahun 2019 rerata 1.036 wajib pajak.

Semakin banyak wajib pajak yang melaporkan dan membayar pajak tepat waktu sebelum tanggal jatuh tempo, dampaknya pencapaian penerimaan Pendapata Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak lebih optimal?

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafrudin sangat mengapresiasi inovasi tersebut. “Pasalnya, inovasi seperti e-SPTPD di daerah lain belum banyak yang mengaplikasikan,” terang Syafrudin, yang menyebutkan jika e-SPTPD milik Pemkot Yogyakarta merupakan aplikasi yang sangat mendukung program smart city. 

Dengan aplikasi itu dalam membuat pelaporan dan pembayaran pajak daerah menjadi lebih mudah, cepat dan aman.

Dan hal itu memungkinkan wajib pajak hotel, restoran, hiburan dan parkir bisa melaporkan dan membayar pajak secara online. (Affan)