Menpora: SKO Disabilitas Kawah Candradimuka Atlet Indonesia

     Solo, jurnalsumatra.com – Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi berharap Sekolah Khusus Olahraga Disabilitas menjadi kawah candradimuka lahirnya atlet-atlet disabilitas Indonesia yang mampu mengharumkan nama bangsa dan negara.
“Dengan diluncurkan SKO Disabilitas itu menjadi kawah candradimukan para atlet Indonesia ke depan,” kata Menpora usai acara peluncuran SKO Disabilitas, di Solo, Kamis.
Menpora mengatakan SKO Disabilitas menjadi sejarah karena yang pertama kali didirikan di Solo ini. Mereka secara pendidikan diperhatikan, dan perkembangan olahraganya tentu akan disupor kelak para siswa akan mewakili atlet Indonesia di kancah internasional.
“Kami berharap hal ini diikuti Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) di masing-masing provinsi, dan kabupaten/kota agar anak-anak yang memiliki keterbatasan mendapatkan fasilitas, perhatian, dan hak yang sama untuk peraih pendidikan dan cita-citanya,” kata Menpora.
Menurut Menpora, para siswa SKO tersebut pasti suatu saat akan mampu mengharumkan nama keluarga, bangsa, dan negaranya.
Menpora mengatakan SKO Disabilitas di Solo ini, sekolah rintisan sehingga para siswa masih menempati wisma, dan sekolahnya masih berpencar dibeberapa sekolah.
Namun, kata Menpora, jika anggaran sudah diperkuat, regulasi, dan koordinasi dengan stakeholder bisa lebih baik lagi, maka SKO Disabilitas ke depan akan berada satu komplek seperti di Ragunan. Ada tempat asrama, latihan, dan sekolahnya menjadi satu.
“SKO Disabilitas dipusatkan di Solo, karena daerah ini, ramah terhadap warga disabilitas. Dan, hal itu, dibuktikan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia bermarkas di Solo, dan memberikan kabar terindah di Asia Para Games 2018 beberapa waktu lalu,” kata Menpora.

     Sekjen National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Pribadi, mengatakan, NPC Indonesia menyampaikan banyak terima kasih kepada Menpora karena Indonesia dalam Asian Para Games 2018 telah sukses penyelengaran dan prestasi.
Menurut Pribadi, NPC Indonesia menyapaikan terima kasih atas diluncurkan SKO Disabilitas, karena pihaknya sudah lama mengimpikan adanya sekolah tersebut.
Menurut Pribadi, dengan adanya SKO Disabilitas tersebut merupakan wadah untuk pendidikan dan pembinaan bagi para atlet disabilitas. SKO ini, menampung para atlet yang telah mengikuti Pekan Paralimpic Pelajar Nasional yang digelar dua tahun sekali.
Bahkan, pada Pekan Paralimpic Pelajar Nasional selama ini, telah menghasilkan atlet-atlet berprestasi yang sudah membawa nama bangsa dan negara di tingkat internasional.
“Kami berharap dengan SKO ini, NPC tidak lagi kesulitan untuk mencari bibit-bibit pelapis untuk menggantikan seniornya yang sudah berpretasi,” kata Pribadi.
Menurut dia, olahraga disabilitas selama ini, tidak ada pemandu pakat. NPC bersama pengurus daerah telah mencari warga disabilitas berpotensi untuk dibina menjadi atlet. Jadi prosesnya sangat panjang sekali, tetapi dengan adanya SKO ini, dapat memudahkan NPC untuk mencari bibit-bibit baru regenerasi seniornya.
“Kami berharap dibukanya SKO itu, juga dipikirkan pendirian PPLP di masing-masing provinsi. Karena, PPLP baru ada di Kota Surakarta. Jika dikembangkan PPLP di daerah seluruh Indonesia, maka akan lebih mudah lagi mencari atlet baru untuk dibina,” katanya.(anjas)

Leave a Reply