Mensos: Orang Tua Bertanggung Jawab Lindungi Anak

     Ambon, jurnalsumatra.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise meyatakan, orang tua bertanggung jawab untuk melindungi anak dari berbagai isu penculikan bahkan perdagangan anak.
“Isu penculikan dan perdagangan anak saat ini viral di berbagai media masa dan media sosial di Indonesia. Mengantisipasi isu tersebut tugas orang tua bertanggung jawab untuk melindungi anak,” katanya di Ambon, Minggu.
Menurut dia, isu penculikan dan perdagangan anak oleh sindikat dengan harga yang tinggi, menjadi isu hangat yang dibicarakan saat ini.
“Ada juga informasi penjualan organ tubuh ke luar dengan harga yang tinggi. Saya memang belum membuktikan dengan mata kepala, tetapi hal ini menjadi perhatian dan kerjasama seluruh pihak,” ujarnya.
Menteri Yohana menjelaskan, mengantisipasi isu tersebut butuh kesadaran keluarga Indonesia, terutama ibu rumah tangga sebagai perempuan, dan guru kedua setelah guru pertama di sekolah.
Di rumah anak harus dijaga dengan baik, jangan biarkan anak pergi kemana-mana tanpa pengawasan, karena tindakan kekerasan bisa saja terjadi dalam rumah tangga baik kekerasan fifik, psikis dan seksual.
Tindakan kekerasan katanya, juga bisa terjadi dalam rumah dilakukan orang tua terhadap anak, seperti yang terjadi akhir-akhir ini ayah memperkosa anak kandung, paman memperkosa peonakan dan Ibu saja bisa siksa anak kandung. Hal ini tentu terjadi di seluruh Indonesia.

     “Kita harapkan tidak terjadi lagi di indonesia, semua keluarga harus sadar akan tanggung jawab untuk menjaga dan mendidik anak,” tegasnya.
Diakuinya, mengantisipasi kasus kekerasan dan perdagangan manusia, Kemen-PPPA mencanangkan program dalam upaya mengakhiri kekerasan pada perempuan dan anak “Three Ends” yakni End Violence Against Women and Children (Akhiri Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak), End Human Trafficking (Akhiri Perdagangan Manusia) dan End Barriers to Economic Justice (Akhiri Kesenjangan Ekonomi).
Program yang diharapkan dapat merangkul semua elemen anak negeri untuk bergerak bersama mengatasi masalah ini.
“Kemenppa juga bekerjasama dengan 19 kementerian, dengan satu sistem yang dibangun yakni sistem gusus tugas, jika terjadi tindak pidana perdagangan orang diamana saja, akan ditangani gusus tugas yang telah dibentuk,” tambahnya.(anjas)

Leave a Reply