Menteri PPPA Tinjau Industri Rumahan Minyak Kelapa

     Jakarta, jurnalsumatra.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise meninjau industri rumahan yang membuat minyak kelapa atau virgin coconut oil (VCO) di Kampung Wardo, Biak Barat, Kabupaten Biak Numfor, Selasa (8/5).
“Kami berencana mengajak perwakilan kelompok untuk belajar industri rumahan di salah satu daerah, seperti Jakarta atau Surabaya, untuk kemajuan mama-mama di Wardo,” kata Yohana melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu.
Yohana mengatakan bahwa industri rumahan merupakan salah satu program yang merupakan bagian dari “Tiga Akhiri” yang menjadi kampanye Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Salah satu dari “Tiga Akhiri” adalah mengakhiri kesenjangan ekonomi pada perempuan. Program industri rumah tangga merupakan bagian dari pemberdayaan ekonomi perempuan untuk mewujudkan hal itu.
“Oleh karena itu, kami berharap kelompok ini aktif agar ada peningkatan, baik dari segi produksi maupun pendapatan nantinya,” tuturnya.
Industri rumahan di Kampung Wardo, disebut Kelompok Mawar, merupakan salah satu kelompok yang mendapatkan bantuan mesin pengolahan kelapa menjadi VCO dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sejak setahun sebelumnya.
Sebelumnya, Kelompok Mawar berada di bawah sebuah yayasan dan sempat berhenti sementara waktu. Mereka kemudian memutuskan untuk melanjutkan industri rumahan VCO secara mandiri dengan pendampingan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Kelompok mawar telah memproduksi minyak VCO hingga 600 liter, dan didistribusikan ke berbagai daerah di Papua.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fourteen + thirteen =