Meranti Jadikan Pesta Makan Buah Agenda Tahunan

    Selatpanjang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau menetapkan pesta makan buah menjadi agenda tahunan setempat untuk menunjang pengembangan sektor pariwisata.
“Dinas Pariwisata Meranti berjanji akan memprogramkan kegiatan pesta makan buah menjadi agenda tahunan, untuk menyemarakan daerah menggandeng Pemprov Riau  menggaungkannya keseluruh Indonesia,” kata Wakil Bupati Meranti Said Hasyim, di Selatpanjang, Rabu.
Wakil Bupati Meranti menggelar pesta makan durian bersama warga di Bungur Kecamatan Rangsang.
Menurut dia panen buah khususnya durian di Desa Bungur, Kecamatan Rangsang, Kepulauan Meranti tahun ini sangat berlimpah, sebagai bentuk rasa syukur masyarakat setempat bersama jajaran pemerintah menggelar pesta makan buah di desa yang sangat berpotensi menjadi kawasan Agro Wisata itu.
Pada acara makan buah tersebut para tamu dijamu aneka buah-buahan yang merupakan hasil dari perkebunan setempat, yakni durian, manggis dan rambutan.
Said Hasyim menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa dan masyarakat Bungur khususnya pemilik kebun yang telah menggagas acara pesta makan buah tersebut.

    “Agar berkah hitung hisabnya dan keluarkan zakatnya jangan lupa perbanyak kegiatan sosial,” imbuh Said Hasyim.
Dari pengamatan kawasan Desa Bungur adalah salah satu Desa di Meranti yang sangat berpotensi untuk dijadikan kawasan Agro Wisata dan Wisata Mangrove, seperti Desa Bokor, Alai, Kudap, Meranti Bunting, Pulau Merbau yang memiliki perkebunan seluas 1.200 hektare.
“Kalau ekosistem mangrove ini dipelihara selama sepuluh tahun, akan sangat indah dan ikan-ikan akan semakin banyak,” harap Wabup.
Sementara itu Kepala Desa Bungur Muhammad Ali, membenarkan tahun ini panen buah-buahan di daerah sangat luar biasa berlimpah.
“Kami berharap ke depan Desa Bungur dapat menjadi objek Wisata Agro dan  Mangrove di Meranti,” ujar Muhammad Ali.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Meranti, Rizki Hidayat, untuk mengembangkan potensi wisata mangrove dan buah yang ada di Desa Bungur selain menjaga keasrian ekosistem, keiklasan masyarakat setempat dalam menyambut wisatawan adalah faktor yang tidak bisa diabaikan.
“Saya ingin bertanya apakah masyarakat di sini dapat menerima para pendatang dengan ikhlas,” tanya Rizki yang dijawab spontan siap menerima.
Selain itu  ia akan mengusulkan infrastruktur pendukung seperti jalan dan lainnya untuk memudahkan akses menuju lokasi wisata.
“Mudah- mudahan tahun depan kita buat pesta buah durian Desa Bungur yang lebih semarak lagi dan bisa berlanjut tiap tahun,” pungkasnya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × five =