Militansi Kader PKS Akan Turun Terkait Cawapres

     Bandung, jurnalsumatra.com – Ketua DPW PKS Jawa Barat Nur Supriyanto menyatakan militansi kader PKS di Jawa Barat akan turun untuk memenangkan Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden jika kader PKS tak terpilih sebagai cawapres pada Pilpres 2019.
“Ibaratnya militansi kader kita akan turun jika pak Prabowo tidak memilih cawapresnya dari PKS,” kata Nur Supriyanto, ketika dihubungi di Bandung, Jumat.
Menurut dia, walaupun PKS belum menentukan sosok kandidat capres dan cawapresnya, namun PKS sudah mengantongi sembilan nama yang telah dipilih melalui penjaringan dari tingkat bawah.
DPW PKS Jawa Barat, lanjut dia, siap menerima siapa pun kader PKS yang ditunjuk menjadi kandidat capres atau cawapres.
“Terkait keputusan capres dan cawapres itu ranahnya Majelis Syuro dan DPP. Kami di DPW hanya mengusulkan melalui mekanisme penjaringan dari bawah dan sekarang sudah mengerucut ke sembilan nama,” katanya.
Kesembilan nama kader dari Jabar tersebut ada Shohibul Iman (Presiden PKS), Ahmad Heryawan (mantan Gubernur Jabar dua periode), Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, dan lain-lain.

Lebih lanjut ia mengatakan, apabila mengamati isu koalisi yang berkembang saat ini PKS dan Partai Gerindra cenderung tetap solid.
Selain itu, Partai Gerindra sendiri sudah memutuskan Prabowo Subianto sebagai Capres, sehingga pihaknya menilai sudah selayaknya Prabowo Subianto bersanding dengan kader PKS di Pilpres 2019.
“Apabila ternyata pak Prabowo cawapresnya bukan dari kader PKS, kita di DPW Jabar akan tetap samiżna wa athożna, kami akan taat dan terima. Tapi saya nggak yakin kader PKS di Jabar akan all out kerja memenangkan pak Prabowo atau tidak,” kata dia.
Nur menambahkan apabila melihat pengalaman di ajang Pilgub Jabar 2018 lalu, seluruh kader PKS di Jabar sudah cukup toleran menerima keputusan pengusungan Sudrajat-Ahmad Syaikhu atas permintaan Partai Gerindra.
Hal itu dibuktikan juga dengan militansi kader PKS di Jabar untuk memenangkan pasangan yang mengusung jargon Asyik itu.
“Jauh hari sebelumnya kita sudah sosialisasikan Demiz-Syaikhu (Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu) secara masif. Jadi kalau nanti capres dan cawapresnya dari koalisi Gerindra-PKS tidak ada kader PKS-nya, itu yang saya pesimis kader mau all out lagi apa tidak,” lanjut Nur.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − fifteen =