Mobil Dinas OKU Tabrak Lari

Baturaja, Jurnalsumatra.com – Kendaraan Dinas OKU BG 1475 FZ yang sempat diviralkan warga Kota Palembang karena tabrak lari beberapa hari lalu sudah diketahui kepemilikannya.

Kendaraan dinas tersebut ternyata milik Sekretariat Kantor DPRD OKU, tepatnya kendaraan dinas Kepala bagian Umum dan perlengkapan, Rustam Alfani, SE., M.Si.

Adanya insiden tabrakan diakui oleh Rustam, Senin (3/2/2020). Kejadian terjadi di Jalan Demang Lebar Daun antara kendaraan dinasnya dengan kendaraan roda dua motor ojek online.

” kendaraan saat itu digunakan untuk menjemput rombongan kami pulang dari dinas mendampingi kunjungan kerja DPRD OKU ke Batam, dari Bandara untuk menuju ke Baturaja lewat jalan Demang Lebar Daun,” Kata Rustam.

selanjutnya Rustam menjelaskan, saat di dekat simpang tiga lampu merah kendaraanya bertabrakan dengan kendaraan ojek online.

“roda kendaraan ojek menabrak roda kendaraan dinas kami, saat itu ojek tidak jatuh terguling, namun kami tetap stop untuk melihat keadaan tapi tidak bisa stop lama ditengah jalan karena mengakibatkan macet,”jelas Rustam.

Kendaraan dinas meninggalkan lokasi kejadian bukan untuk melarikan diri tetapi ojek online yang tertabrak sudah tidak ada dilokasi.

“saat kami memajukan kendaraan kearah pinggir jalan untuk menghindari kemacetan selanjutnya kami turun untuk melihat dan menunggu ojek online ya tertabrak, tapi sudah tidak ada, sehingga kami melanjutkan perjalanan,” beber Rustam.

Menanggapi akibat postingan ojek online yang menyatakan mobil dinas melakukan tabrak lari, Rustam akan menindaklanjutinya agar ojek online yang membuat postingan mengklarifikasi ulang pernyataannya.

“kami sudah mengutus keluarga menghubungi ojek tersebut agar tidak menyebar informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan, kami merasa dirugikan, jika hal ini terus berlanjut kami akan melakukan upaya hukum,”kata Rustam.

Rustam kembali menjelaskan, jika dipersimpangan tempat kejadian ada cctv Polda yang merekam kejadian dan itu sebagai alat bukti siapa yang salah dalam berkendara.

“dipertigaan itu ada cctv polda yang merekam setiap peristiwa yang terjadi dilokasi, kami sudah mengupayakan pemulihan nama baik kami, jika pelaku ojek online yang membuat postingan tidak benar itu tidak meminta maaf maka kami akan menempuh jalur hukum,” kata rustam.(rds)