MPI Bidik Atlet TNI Untuk Asian Games

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Pengurus Pusat Modern Pentathlon Indonesia (PP MPI) membidik atlet potensial dari kalangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sasaran utamanya untuk turun pada Asian Games 2018 Jakarta dan Palembang.
Ketua Umum PP MPI Anthony C Sunarjo dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Senin, mengatakan modern pentathlon merupakan olahraga yang mempertandingkan lima cabang yaitu renang, menembak, anggar, berkuda dan lari. TNI dinilai banyak memiliki kemampuan.
“Pertimbangannya adalah atlet dari TNI memiliki bekal yang cukup komplit. Selain cukup bagus di renang dan lari, umumnya mereka sudah terbiasa menembak. Begitu juga dengan anggar dan berkuda,” katanya.
Menurut dia, salah satu cara untuk mencari atlet potensial adalah melalui pertandingan ujicoba Asian Games 2018 wilayah Depok, Jawa Barat, 11-12 November. Dalam kejuaraan tersebut diikuti 21 peserta putra dan putri yang delapan diantaranya dari TNI.
Demi meraih atlet yang layak untuk turun di Asian Games 2018, pihaknya akan terus memaksimalkan peran termasuk dalam memperbanyak ujicoba. Apalagi pelaksanaan kejuaraan empat tahunan sudah tidak lama lagi.

   Terkait dengan persiapan lokasi pertandingan berikut dengan perangkatnya, Anthony menjelaskan jika hal tersebut telah disimulasikan dari ujicoba yang juga dihadiri oleh technical delegate modern pentathlon asal Korea Selatan, Dongkook Chung.
Lokasi ujicoba sendiri digelar kolam renang Hotel Bumi Wiyata, anggar di Mall Depok dan untuk berkuda dan menembak dilakukan Arthayasa Stable Depok. Untuk lari, kedepan akan dilakukan di tempat yang sama dengan berkuda dan menembak.
“Jika mengacu pada peraturan internasional, semua pertandingan digelar di tempat yang sama sehingga tidak buang-buang waktu untuk perpindahan satu olahraga ke olahraga lain. Untuk saat ini memang masih ada kekurangan yang harus secepatnya dipenuhi,” kata Anthony menjelaskan.
Selain lokasi atau sarana dan prasarana yang belum maksimal, ada beberapa hal yang secepatnya harus dipenuhi yaitu terkait dengan wasit dan juri. Menurut Anthony, untuk memaksimalkan wasit dan juri lokal pihaknya mendatangkan instruktur asal Jerman, Bernhard Petruchinski.
“Kami berharap dengan digelarnya ujicoba ini memberi dampak positif terhadap perkembangan modern pentathlon di Indonesia. Terkait dengan atlet untuk Asian Games, hingga saat ini kami belum menetapkannya,” katanya menegaskan.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 + 1 =