MPR: Lemahnya Pengamalan Ideologi Ancam Keberadaan Negara

    Bandung,  Jawa Barat, jurnalsumatra.com – Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid mengemukakan, sejarah menunjukkan bahwa lemahnya pemahaman dan pengamalan ideologi secara konsisten telah menyebabkan bubarnya beberapa negara.
“Sejarah telah mencatat mengenai Yugoslavia dan Uni Soviet yang terpecah menjadi beberapa negara karena masalah pengamalan dan pemahamannya kepada ideologi,” katanya dalam sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pondok Pesantren Baitul Hidayah di Bukit Panyandaran di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa.
Dia mengemukakan, belajar dari pengalaman Yugoslavia dan Uni Soviet maka penanaman dan pengamalan ideologi Pancasila harus menjadi perhatian serius. Terlebih saat ini di tengah perkembangan global yang menyebabkan pemahaman dan pengamalan ideologi bisa tergerus.
Hidayat mengajak semua elemen bangsa untuk mengingat sejarah runtuhnya dua negara itu, kemudian menguatkan tekad untuk menjaga ideologi Pancasila. Pancasila merupakan ideologi yang telah menyatukan semua elemen bangsa Indonesia.

    Hidayat juga mengemukakan sejarah bahwa pesantren dan tokoh Islam berperan sangat besar dalam mewujudkan kemerdekaan. “Peran itu sangat nyata,” katanya.
Pesantren dan tokoh-tokoh Islam membentuk laskar-laskar perjuangan hingga terwujudnya kemerdekaan.  Bahkan ketika penjajah Belanda ingin kembali menjajah Indonesia dengan mendompleng tentara Sekutu, tokoh dan pemuda Islam di Surabaya bangkit meneriakan resolusi jihad.
Dengan berbagai peran penting selama perjuangan mewujudkan kemerdekaan,  kata Hidayat,  tidak perlu diragukan komitmen dan sikap konsisten umat Islam terhadap Pancasila,  UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × three =