MUI Lebak Desak Hukuman Mati Narkoba Dipercepat

    Lebak, jurnalsumatra.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak mendesak pemerintah mengeksekusi hukuman mati bagi pelaku narkoba dipercepat dan tidak ditunda-tunda.
“Kami mendukung percepatan hukuman mati karena Indonesia menjadi darurat narkoba,” kata Ketua MUI Kabupaten Lebak KH Baidjuri di Lebak, Rabu.
Saat ini, MUI Lebak merasa prihatin melihat peredaran narkoba di tanah Air.
Bahkan Indonesia sudah menjadi darurat narkoba sehingga pelaku narkoba yang divonis hukuman mati segera direalisasikan eksekusinya.
Vonis hukuman mati itu tentu sudah inkrah secara hukum dan tidak melakukan pelanggaran.
MUI Lebak juga mendukung Badan Narkotika Nasional (BNN) perintahkan tembak ditempat bagi pelaku narkoba.
Apabila penegak hukum tidak tegas terhadap pelaku narkoba maka menjadikan ancaman Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Selain itu juga akan menghancurkan generasi bangsa sehingga penegak hukum harus bertindak tegas terhadap pelaku narkoba.
“Kami mendukung tembak ditempat bagi pengedar dan bandar narkoba,” katanya.
Menurut dia, agama Islam memperbolehkan bersikap tegas kepada pelaku hingga melakukan tembak ditempat jika sudah diberlakukan kedaruratan.
Sebab, lanjutnya, kedaruratan itu kondisinya sudah mengkhawatirkan dan harus dilakukan tindakan tegas bagi pelaku narkoba.
Selama ini, penerapan hukuman mati terhadap bandar narkoba,namun tidak memberikan efek jera.
Peredaran narkoba di Tanah Air sulit dilakukan pemberantasan.

Karena itu, MUI mendukung hukuman mati segera dipercepat bagi gembong narkoba yang sudah divonis mati.
“Kami mendesak eksekusi mati bisa dipercepat,” katanya.
Kyai Baidjuri mengatakan, penggunaan narkoba harus diberantas hingga akar-akarnya karena bisa merusak generasi bangsa.
Saat ini korban pengguna narkoba sudah merasuki aparat pemerintahan, seperti oknum anggota TNI, Polri, kepala daerah,artis dan politisi.
Selain itu juga peredaran narkoba bukan hanya menyentuh warga perkotaan saja, tetapi sudah merambah ke pelosok-pelosok desa.
“Kami khawatir jika pelaku narkoba itu tidak segera dilakukan eksekusi mati dipastikan akan mengancam generasi bangsa,” katanya.
Sekertaris Gerakan Antinarkotika Nasional (Granat) Kabupaten Lebak Iwan Mulyadi menegaskan pelaku narkoba yang sudah divonis hukuman mati agar tidak ditunda-tunda untuk dieksekusi karena memiliki kekuatan hukum atau inkrah.
Mereka para pelaku narkoba itu semakin bebas memasok menggunakan jalur pelabuhan, laut dan darat.
Para pelaku tidak merasa efek jera dengan hukuman mati, sehingga pemerintah segera melaksanakan eksekusi terhadap pelaku narkoba yang divonis hukuman mati.
“Saya yakin hukuman mati bisa memutus mata rantai peredaran narkoba di Indonesia,” katanya.
Iwan menyebutkan selama ini Indonesia menjadikan darurat narkoba karena pemakai dan pengguna hingga mencapai jutaan orang.
Bahkan, diperkirakan 50-60 orang per hari meninggal dunia akibat kecanduan dengan barang haram itu.
“Kami setuju hukuman mati bandar narkoba dipercepat,” katanya.(anjas)

Leave a Reply