Musrenbang Mengatasi Berbagai Masalah Pembangunan Dinagari

Tanahdatar, Sumbar, Jurnalsumatta.com – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nagari merupakan kegiatan yang dilakukan untuk merencanakan pembangunan dengan skala prioritas dimulai dengan pra Musrenbang Nagari agar bisa mengatasi berbagai permasalahan pembangunan di nagari sehingga mampu memberikan peningkatan kesejahteraan masyarakat nagari itu sendiri. 

Hal ini disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma didampingi Tim Pembina Musrenbang Nagari Tingkat Kabupaten diketuai Daryanto Sabir, Camat X Koto Khairunas, Forkopimca, Wali Nagari, KAN, Ninik Mamak, tokoh masyarakat, pemuda dan Bundo Kanduang Nagari Tambangan serta undangan lainnya dalam acara Musrenbang Nagari Tambangan Kecamatan X Koto, Rabu (22/1/2020) di gedung serba guna setempat. 

“Sebaik apapun perencanaan program pembangunan yang dirancang, tanpa dukungan masyarakat, tokoh, pemerintah, DPRD dan perantau, tentunya tidak bisa berjalan dengan baik. Karena itu dihimbau kepada kita semua, mari jalin komunikasi, transparan, bekerja sama dan bersama-sama bekerja,” tambah Wabup. 

Namun, tambah Wabup Zuldafri Darma, kondisi APBD Tanah Datar yang terbatas ditambah banyak lagi nagari lain yang juga berkeinginan sama untuk memperoleh dana pembangunan, tentunya pemerintah nagari dalam menyusun hasil Musrenbang sesuai kebutuhan masyarakat. 

“Tentunya tingkat kebutuhan pembangunan di tingkat nagari yang lebih tahu dan mengerti tentu pemerintahan bersama masyarakat dan tersusun dalam hasil Musrenbang, karena itu tentu diharapkan masyarakat mendukung pelaksanaan kegiatan dan program dengan selalu bekerjasama dan sama-sama bekerja,” tukasnya. 

Senada hal itu, ketua Tim Pembina Musrenbang Daryanto Sabir menyampaikan, proses perencanaan yang terangkum dalam hasil Musrenbang merupakan program prioritas untuk dilaksanakan di nagari. “Tentu diharapkan nagari melakukan Musrenbang untuk memprogramkan kegiatan sesuai kebutuhan, bukan atas dasar keinginan, karena program yang sesuai keinginan belum tentu bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya. 

Sejalan hal itu, Benny Remon anggota DPRD Tanah Datar menyampaikan harapan yang sama terhadap pemerintah nagari. “APBD Tanah Datar saat ini memang sangat terbatas, karena itu Pemerintah Nagari hendaknya menyusun kegiatan dan program tahun 2020 nanti benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat kita atau dengan kata lain skala prioritas harus ditentukan,” ujarnya. 

Sementara itu Pj. Wali Nagari Tambangan Kecamatan X Koto Pelmi memaparkan 17 usulan program kegiatan prioritas hasil Pra Musrenbang untuk dilaksanakan tahun 2020 nanti. “Berdasarkan hasil Pra Musrenbang beberapa waktu lalu bersama segenap pemangku kepentingan dan masyarakat Nagari Tambangan, akhirnya ada 17 program prioritas yang terbagi dalam 3 bidang dan diusulkan ke Musrenbang tingkat Kecamatan,” ujarnya. 

Pelmi memaparkan, dalam bidang Pemerintahan dan Sosial Budaya membutuhkan dana Rp.580 juta untuk 6 kegiatan prioritas, yaitu Rehab Pustu, Pembangunan mushalla dan Pustaka SD N 11 Tambangan, Pembangunan Mushalla dan WC SD N Tambangan dan pengadaan sarana dan prasarana Pustu. 

Di bidang ekonomi ada 6 kegiatan prioritas, yakni Regenerasi Kopi/bibit, pupuk, teori menanam, pengadaan bibit bawang merah, pisang dan lainnya. Pembukaan jalan usaha tani, lanjutan irigasi batang limau, rehab irigasi sikibuih dan penambahan tiang listrik dengan rancangan biaya Rp. 1.210.000.000,-. 

Dan bidang Fisik Prasarana ada 5 kegiatan prioritas dengan dana Rp.30.350.000.000,- dengan rincian Pelebaran dan Pengaspalan Jalan Solok ke Padang Kayu Barabuak Tadendeang, Rabat beton jalan Suarau Pasie – Lolotuhur, pengaspalan ulang jalan ambacang gadang – tambangan, pembukaan jalan tembus dari tambangan ke kayu harum dan Drainase serta beton bahu jalan ambacang gadang – tambangan. (Myt)