Nelayan Cirebon Minta Garok Tak Dilarang

    Cirebon, jurnalsumatra.com – Nelayan Cirebon, Jawa Barat, yang menggunakan alat tangkap berupa garok meminta kepada pemerintah untuk tidak melarang, karena itu membuat mereka tidak lagi bisa melaut.
“Dengan menggunakan garok saja, kami sangat sulit mencari ikan, apalagi alat yang lain dan saat ini kami memang tidak berani melaut,” kata seorang nelayan garok, Kamdi di Cirebon, Kamis.
Nelayan asal Desa Gebang Udik itu mengaku sudah menggunakan garok cukup lama sehingga adanya larangan pemerintah ini, membuat ia dan nelayan lainnya merasa kebingungan.
Kamdi meminta pemerintah lebih baik fokus kepada pembangunan yang lain dan juga masalah korupsi yang cukup tinggi di Indonesia, namun tidak usah melarang masalah garok.

Nelayan garok lain Udin mengaku keberatan jika pemerintah melarang penggunaan garok, karena menurutnya, penggunaan alat tangkap selain garok, membutuhkan biaya yang sangat mahal.
“Kalau mau pindah menggunakan alat tangkap lain biayanya sangat mahal, kami tidak mendapatkan apa-apa dari pemerintah yang bisanya melarang,” tuturnya.
Udin dan nelayan lainnya yang tergabung dalam nelayan garok se-Cirebon tidak mendapatkan penggantian alat tangkap yang infonya sudah banyak para nelayan yang mendapatkan.
Padaha kata Udin, jika menggunakan garok biaya juga tidak terlalu besar, berbeda ketika membeli jaring yang bisa mencapai puluhan juta.
“Untuk membeli alat garok, nelayan hanya membutuhkan dana sekitar Rp1,5 juta, sedangkan jaring, bisa sekitar Rp 30 juta,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

15 + 20 =