NPC Sumut Cari Potensi Atlet Di Daerah

     Medan, jurnalsumatra.com – Nasional Paralympic Committee (NPC) Sumatera Utara berusaha secara intensif mencari atlet-atlet difabel potensial terutamA dari kabupatan dan kota di provinsi itu dalam upaya menjaga regerenasi atlet binaan.
“Banyak potensi di daerah yang selama ini kurang terpantau. Itu mengapa pemantauan atlet di daerah saat ini menjadi salah satu prioritas,” kata Wakil Ketua I Bidang Organisasi NPC Sumut, Erwin Yoesoef Nasution, di Medan, Rabu.
Agar proses pemantauan dan pembinaan atlet kabupaten/kota nantinya dapat lebih optimal, pihaknya juga terus berupaya membentuk kepengurusan NPC di sejumlah daerah yang selama ini belum memiliki induk organisasi yang menaungi atlet difabel tersebut.
Baru-baru ini, pihaknya membentuk dua kepengurusan NPC di daerah, yakni di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kota Tanjungbalai untuk periode 2018-2023.
Pembentukan NPC Tanjungbalai dan Taput tersebut melengkapi 11 kepengurusan di kabupaten/kota yang saat ini sudah sah kepengurusannya, seperti NPC Kota Medan, Langkat, Binjai, Deliserdang, Serdang Bedagai, Karo, Samosir, Padangsidempuan, dan Tebing Tinggi.

“Target kita minimal tahun ini sudah terbentuk 25 kepengurusan NPC di daerah. Dalam waktu dekat segera menyusul Asahan, Batubara, dan Nias,” katanya.
Ia mengatakan pembentukan NPC di daerah juga mempermudah bagi NPC Sumut mencari atlet terbaik yang akan menjadi andalan Sumut di laga nasional.
Erwin optimistis banyak atlet difabel potensial yang masih belum terjaring di daerah.
Oleh karena  itu, pihaknya berharap kepada pengurus yang terbentuk bisa membina atlet untuk mewakili Sumut di setiap kejuaraan nasional.
“Kami paham masih banyak potensi atlet disabilitas yang belum tersentuh di pelosok daerah. Harapannya tentu kepada pengurus NPC yang baru maupun yang sudah ada, bisa membina atlet di tiap cabang olahraga. Karena yang punya atlet kan daerah, bukan NPC Sumut,” katanya.
Demi mendukung proses pembinaan atlet, pihaknya juga mengimbau kepada pengurus agar bisa bersinergi dengan pemerintah daerah, terutama kepada Dinas Pemuda dan Olahraga.
Dia mengharapkan dengan adanya sinergi yang erat, program kerja yang telah disusun dapat terealisasi.
“Kerja sama dengan semua ‘stakeholder’ olahraga juga penting demi membangun NPC lebih baik. Sebuah organisasi akan berjalan baik, jika mitra yang kita bangun juga banyak,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seven + thirteen =