NTB Perlu Sinergikan Pariwisata Dengan Perlindungan Anak

    Mataram, jurnalsumatra.com – Para pemerhati anak di Nusa Tenggara Barat menginginkan pemerintah daerah mensinergikan program pengembangan pariwisata dengan tetap memberi perhatian terhadap upaya perlindungan bagi anak-anak untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan seksual di kawasan wisata.
Direktur Yayasan Galang Anak Semesta (Gagas) Nusa Tenggara Barat (NTB) Azhar Zaini, di Mataram, Jumat, mengatakan jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak semakin meningkat. Tidak hanya dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas.
“Korbannya bukan hanya anak perempuan, tapi juga menyasar anak laki-laki. Sebagian besar korban pedofilia yang jumlahnya terus naik,” katanya pada temu wartawan membahas mengembangkan pencegahan eksploitasi seksual komersial anak berbasis anak dan komunitas Yayasan Gagas NTB.
Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTB, Joko Jumadi, menyebutkan jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak-anak sebanyak 76 kasus selama periode Januari-Oktober 2017. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 50 kasus.
Namun, ia memperkirakan jumlah anak yang menjadi korban kekerasan seksual mencapai ratusan orang. Pasalnya, LPA di tingkat kabupaten/kota juga melakukan pendataan dan memberikan penanganan.

     “Sebagian besar anak-anak yang menjadi korban dari oknum warga negara asing yang menyamar menjadi wisatawan. Padahal mereka adalah predator anak,” ujarnya.
Menurut pria yang juga dosen di Fakultas Hukum Universitas Mataram ini, tindak kekerasan seksual terhadap anak sebagian besar terjadi di kawasan wisata yang ada di Pulau Lombok. Salah satunya kawasan wisata pantai Senggigi, Kabupaten Lombok Barat.
Oleh sebab itu, Joko mendorong agar pemerintah daerah, terutama Dinas Pariwisata NTB dan kabupaten/kota, tidak hanya memfokuskan pada program yang bertujuan meningkatkan angka kunjungan wisatawan. Namun perlu juga memberi perhatian terhadap upaya perlindungan bagi anak-anak di sekitar kawasan wisata.
“Pariwisata NTB sekarang sedang berkembang pesat. Apalagi setelah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika beroperasi. Perlu ada langkah antisipasi dari semua pihak agar kasus kekerasan seksual terhadap anak bisa dicegah,” ucapnya.
Wakil Ketua LPA Kuta Kabupaten Lombok Tengah Kanom, juga berpendapat bahwa pemerintah jangan sampai terlambat melakukan pencegahan kekerasan seksual terhadap anak sejak dini.
Pihaknya siap menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah dalam rangka mendukung upaya perlindungan terhadap anak dari para predator yang menyamar sebagai wisatawan.
“Kami sudah menjalin kerja sama dengan PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), selaku pengelola KEK Mandalika, dalam rangka memberdayakan pemuda dan anak-anak di sekitar kawasan wisata Mandalika,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + 15 =