NTT Siapkan Rp15 Miliar Tingkatkan Promosi

   Kupang, jurnalsumatra.com – Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur menyiapkan anggaran sebesar Rp15 miliar pada 2018 untuk meningkatkan promosi parwisata di provinsi berbasis kepulauan itu.
“Untuk tahun 2018 ini anggaran yang disiapkan sebesar Rp15 miliar yang akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan promosi pariwisata sepanjang tahun ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur Marius Ardu Jelamu saat dihubungi Antara di Kupang, Kamis.
Ia mengatakan, anggaran itu disiapkan untuk mendukung sejumlah event besar pariwisata yang akan digelar dalam 2018 seperti “tour de flores”, parade kuda sandelwood, festival kelimutu, festival bulan soekarno, “tour de timor”, festival likurai, dan lainnya.
Selain itu, untuk penataan infrastruktur wisata yang dikelola dinas terkait seperti Pantai Lasiana, yang merupakan primadona wisata pantai di Kota Kupang.
Marius mengakui, dukungan fiskal (anggaran) tersebut memang masih kecil untuk memperkuat promosi pariwisata di provinsi berbasiskan kepulauan, bahkan jumlahnya menurun dibandingkan 2017 sebesar Rp18 miliar.
Namun, menurutnya, kondisi itu dapat dipahami karena berbagai pemotongan anggaran mengingat daerah setempat akan menggelar pilkada serentak 2018.
“Namun tentu kami tidak “patah arang”, dengan jumlah yang terbatas ini kami tentu akan memperbesar makreting dan strateginya dengan memanfaat media yang ada,” katanya.

    Marius menyebut, sejumlah kegiatan promosi pariwisata yang rutin dilanjutkan seperti dialog internasional secara tejadwal melalui stasiun radio setempat.
Selain itu, dialog melalui televisi mainstream maupuan promosi melalui media cetak, dan media online, yang juga dilakukan secara terjadwal.
Dinas Pariwisata juga telah bekerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Uyelindo Kupang melakukan promosi pariwisata berbasis aplikasi android yang diluncurkan pada Desember 2017 lalu.
“Promosi berbasis aplikasi android ini untuk memudahkan setiap wisatawan yang datang ke NTT dapat mengetahui secara lengkap semua destinasi wisata di sini,” katanya.
Lebih lanjut, Marius juga mengimbau partisipasi masyarakat di provinsi setempat untuk berperan sebagai “marketer” pariwisata yang bisa memmpromosikan berbagai kekayaan wisata di daerahnya memanfaatkan jejaring media sosial yang ada.
“Kerja promosi ini perlu digalakan bersama baik pemerintah dan masyarakat, apalagi saat ini kita dipermudah dengan hadirnya media sosial, masyarakat kita yang pergi ke daerah wisata silahkan didokumentasikan dan sertakan berbagai keterangan pendukung untuk dipromosikan,” katanya.(anjas)

Leave a Reply