NU-DP3A Donggala Kerja Sama Pemenuhan Hak Anak

Donggala, Sulawesi Tengah, jurnalsumatra.com – Nahdlatul Ulama (NU) Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Donggala terkait dengan optimalisasi perlindungan serta pemenuhan hak anak di daerah tersebut.
Kerja sama perlindungan dan pemenuhan hak anak dilakukan dengan mengoptimalkan pelaksanaan program Child Center Space (CCS) atau Pondok Ramah Anak (PRA).
“Insyaallah kami dari DP3A akan menindaklanjuti program ini, apalagi berhubungan dengan perempuan dan anak. Marilah berkolaborasi serta menyinkronkan program yang ada secara berkesinambungan dalam hal ini saling membantu melalui tenaga sumber daya manusia (SDM) ataupun fasilitator dari PPA agar bisa bersinergi,” ucap Kepala DP3A Donggala Aritatriana di Donggala, Senin.
Aritatriana saat menerima silahturahim Tim NU Peduli Sulteng di ruang kerjannya mengaku terbantu dalam hal upaya peningkatan perlindungan sebagai bentuk pemenuhan anak lewat program PRA.
Oleh karena itu, DP3A Donggala akan menindaklanjuti tawaran NU Peduli Sulteng lewat program itu, demi menurunkan angka kekerasan terhadap anak di daerah tersebut.
Pihaknya juga akan mendorong dari sektor perekonomian lewat program pemberdayaan perempuan dan anak agar praktik-praktik kekerasan terhadap kaum hawa dan anak sebagai kelompok yang rentan, dapat diakhiri.
Pihaknya akan mendorong serta mengusulkan kepada NU Peduli Sulteng untuk menyusun program pemberdayaan terhadap perempuan dari aspek perekonomian dan perindustrian.
Selanjutnya, DP3A dapat menyesuaikan sekaligus menindaklanjuti, menyinergikan dengan program NU Peduli Sulteng kepada anak-anak hingga berakhirnya program itu pada April 2019.
Ia berharap, dengan kerja sama itu, memberikan manfaat secara optimal bagi perempuan dan anak-anak.
“Di mana harapan besarnya peningkatan/pemulihan ekonomi masyarakat melalui silahturahmi NU Peduli dan DPPA dapat berkesinambungan dan bermanfaat, khususnya di wilayah Donggala sekitarnya,” kata dia.
Koordinator CCS NU Peduli, Zuliati, menjelaskan bahwa program PRA di 10 titik, wilayah kerja NU Peduli dan Child Fund, di antaranya Desa Lende Ntovea, Kecamatan Sirenja dan Desa Limboro, Kecamatan Tanantovea.
“Jadi program ini sejak Oktober 2018 hingga insyaallah berakhir di April 2019 nanti. Di situ dengan durasi waktu yang tidak terlalu lama, kami telah memberdayakan masyarakat menjadi fasilitator setempat, dengan harapan berakhirnya program tetap berkelanjutan dengan dukungan semua fasilitas yang kami adakan dan diperuntukan khusus bagi warga sekitar,” kata dia.
Hadir pada kesempatan itu, Wakil Sekretaris Koordinator NU Peduli, Handrianto WSA, koordinator logistik Risky Munandar.(anjas)

Leave a Reply