Ombusman: Dikbud Paling Banyak Dilaporkan Masyarakat

     Ternate, jurnalsumatra.com – Perwakilan Ombusman Maluku Utara sampai November 2017 menerima 178 laporan dari masyarakat mengenai pelayanan instansi pemerintah, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) yang paling banyak dilaporkan.
“Pelayanan di Dikbud yang dilaporkan masyarakat, di antaranya mengenai pengutan saat penerimaan siswa baru dan pengambilan ijazah yang dilakukan oleh pihak sekolah,” kata Kepala Perwakilan Ombusman Maluku Utara, Sofyan Ali di Ternate, Rabu.
Selain itu, yang juga dilaporkan masyarakat adalah keterlambatan pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari Dikbud ke sekolah sehingga pihak sekolah kesulitan membiayai berbagai kebutuhan operasional sekolah.
Ia mengatakan bahwa mutasi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dilakukan pemerintah kabupaten/kota di Maluku Utara yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, seperti di Kabupaten Halmahera Selatan, juga banyak dilaporkan ke Perwakilan Ombusman Maluku Utara.

     Semua laporan masyarakat tersebut, telah ditindaklanjuti Perwakilan Ombusman Maluku Utara dengan menyampaikannya ke instansi terkait untuk perbaikan karena kewenangan Ombusman hanya sebatas itu.
Perwakilan Ombusman Maluku Utara, kata Sofyan Ali, terus mendorong semua instansi pemerintah di Maluku Utara, termasuk BUMN dan BUMD untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku.
Semua instansi tersebut juga diminta membuat standar prosedur pelayanan dan pengadaan tempat layanan pengaduan agar masyarakat yang merasa tidak mendapatkan pelayanan sesuai dengan prosedur dapat langsung menyampaikannya melalui tempat pelayanan pengaduan itu.
Ia juga mengimbau kepada semua masyarakat di Maluku Utara yang tidak mendapatkan pelayanan semestinya dari instansi pemerintah, termasuk adanya pengutan tidak resmi yang dilakukan sekolah, segera melaporkannya ke Perwakilan Ombusman Maluku Utara untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan yang dimiliki.(anjas)

Leave a Reply