Operasi Patuh Seligi Incar Pengemudi Sambil Menelpon

    Karimun, Kepri, jurnalsumatra.com – Kepala Kepolisian Resor Karimun, Kepulauan Riau, AKBP Hengky Pramudya menyatakan, Operasi Patuh Seligi 2018 mengincar warga yang mengemudi sambil menggunakan telepon selular.
Selain pengemudi yang menggunakan telepon selular, operasi yang digelar selama 14 hari itu juga memprioritaskan penegakan hukum dengan enam sasaran utama lainnya, kata Hengky usai apel gelar pasukan Operasi Patuh Seligi 2018 di Mapolres Karimun, Kamis.
Sasaran prioritas tersebut adalah penindakan pengemudi yang berkendara melawan arus, membonceng lebih dari satu orang dan pengemudi di bawah umur.
Kemudian, pengendara dan penumpang yang tidak menggunakan helm SNI (Standar Nasional Indonesia), pengemudi dalam kondisi tidak wajar seperti pengaruh narkoba atau mabuk, dan pengemudi yang melebihi batas kecepatan yang ditentukan.
Operasi ini juga menyasar pengemudi kendaraan roda empat yang tidak menggunakan sabuk pengaman.
“Operasi Patuh Seligi merupakan operasi terpusat berupa penegakan hukum dan juga memberikan teguran kepada pengguna jalan,” kata dia.
Kapolres mengatakan, sasaran-sasaran prioritas tersebut merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas, termasuk juga tidak mematuhi rambu dan lampu isyarat pengatur lalu lintas.

Operasi Patuh Seligi 2018 digelar selama 14 hari, 26 April-9 Mei 2018 dan merupakan operasi cipta kondisi yang menjadi agenda Polri menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Dia menjelaskan ada delapan lokasi yang menjadi prioritas pelaksanaan Operasi Patuh Seligi 2018, seperti di pertigaan lampu merah Sungai Lakam, serta titik-titik konsentrasi massa atau pengemudi yang cukup ramai, terutama di malam hari.
Kegiatan penegakan aturan berlalu lintas ini, menurut dia, juga didukung beberapa satuan kerja, seperti Satuan Reserse Kriminal, Satuan Sabhara dan propam sebagai fungsi pengawasan.
Dia mengimbau kepada masyarakat agar mematuhi peraturan berlalulintas, dan operasi ini merupakan sebuah kegiatan kemanusiaan dalam upaya menekan angka lakalantas.
“Tujuannya agar masyarakat memiliki kesadaran sendiri dan mengutamakan keselamatan di jalan,” kata dia.
Dia juga meminta kepada seluruh personel yang terlibat agar menjalankan tugas dengan baik dengan tetap mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan sesuai Standar Operasional dan Prosedur (SOP), serta menghindari tindakan punglin dan melaksanakan tugas dengan baik tanpa menimbulkan komplain dari masyarakat.
Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Karimun AKP Teuku Fazrial Kenedy mengatakan, Operasi Patuh Seligi 2018 melibatkan 200 personel yang terdiri atas beberapa satuan termasuk 10 perseonel PJU Polres Karimun, 15 perwira, 6 personel POM dan Propam, 16 personel Brimob dan 20 personel Satuan Sabhara.
Kemudian, 25 personel Satlantas, 15 personel staf gabungan, 15 personel Satreskrim dan 15 personel Satreskrim.(anjas)

Leave a Reply