Operasi Zebra Ditargetkan Turunkan Angka Pelanggaran

    Bantul, jurnalsumatra.com – Operasi Zebra Progo 2017 yang digelar jajaran Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada 1 sampai 14 November ditargetkan mampu menurunkan angka pelanggaran lalu lintas di wlayah hukum kabupaten tersebut.
“Karena sebetulnya dengan operasi zebra ini harapannya ada penurunan jumlah pelanggaran, target yang kita harapkan dalam satu hari kurang lebih menindak 200 pelanggar,” kata Kepala Polres (Kapolres) Bantul AKBP Imam Kabut Sariadi usai gelar pasukan di Polres Bantul, Rabu.
Menurut dia, kasus pelanggaran lalu lintas di wilayah Bantul sendiri selama 2016 mengalami penurunan dibanding 2015, akan tetapi kasus pelanggaran lalu lintas selama 2017 dibanding dengan 2016 masih dalam pantauan Polres.
Pihaknya tidak merinci berapa kasus pelanggaran lalu lintas di Bantul, namun angkanya mencapai sekitar 2.000 pelanggaran dalam setahun, baik yang diberi tindakan sesuai kesalahan maupun dilakukan peneguran kepada pelanggar.
“Jadi kita harapkan ada penurunan kurang lebih sekitar 10 persen, nanti kita lihat situasinya, yang jelas dengan adanya operasi zebra ini berdampak pada masyarakat untuk bisa patuh dan sadar akan berlalu lintas,” katanya.

     Kapolres Bantul mengatakan, dalam Operasi Zebra selama 14 hari tersebut, diterjunkan sebanyak 155 personel yang disebar ke beberapa titik rayon wilayah Bantul yang selama ini diidentifikasi terjadi pelanggaran dalam ketertiban berlalu lintas.
“Personel kita sebar ke beberapa titik rayon dalam pelaksanaan operasi atau pemeriksaan pemeriksaan oleh anak buah kita. Jadi anggota Polres Bantul dan jajaran menempatkan diri pada posisi posisi yang sudah ditetapkan dalam rencana operasi,” katanya.
Sementara itu, menurut Kapolres, pelanggaran lalu lintas di Bantul selama ini terjadi mulai dari tidak memakai helm, tidak dilengkapi surat-surat kendaraan seperti SIM dan STNK, termasuk kelengkapan kendaraan bermotor sendiri seperti knalpot blombongan, tidak dilengkapi plat nomor dan lain sebagainya.
“Itu paling banyak pelanggaran yang kita temui di tahun 2017 ini. Dan untuk lokasi operasi zebra kali ini kita sesuaikan dengan kondisi di lapangan, namun sementara kita fokuskan di jalan-jalan protokoler dan kawasan tertib lalu lintas,” katanya.(anjas)

Leave a Reply