P5 Minta Penjelasan Pembatalan Jumlah DPT

Palembang, jurnalsumatra.com – Perhimpunan Pemuda Pemudi Peduli Pemilu (P5) kembali melakukan aksi demo di Kantor KPU Palembang, Senin (30/4). Mereka ingin meminta KPU Palembang memberikan penjelasan terkait pembatalan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang telah diplenokan pada 19 April lalu serta dasar pembatalan DPT tersebut. Selain itu, P5 meminta data pendukung terkait pembatalan DPT 19 April yakni meminta data DP4, DPS dan berita acara penetapan DPT Kota Palembang.

Koordinator Aksi Fadrianto mengatakan, hari ini  Perhimpunan Pemuda Pemudi Peduli Pemilu (P5) melakukan aksi unjuk rasa yang ketiga kali dalam pengwsan dan pengawalan terkait DPT. Sebelumnya aksi unjuk rasa ini terkait DPT Palembang yang diduga  ada penggelembungan. “Pada 19 April lalu DPT Palembang  1.244. 716 pemilih. Namun kemudian berubah lagi setelah ada rekomendasi bawaslu 1.070. 177 pemilih,” ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjut Fadrianto, pihaknya mempertanyakan kenapa DPT bisaberubah. “Kita minta data DP4, DPS dan DPT yang dikeluarkan 29 April. Kita anggap perubahan itu terburu-buru. Karena KPU diberi waktu 3 bulan untuk menetapkan DPT.  Setelah diditetapkan sebanyak 1.244.716 pemilih tapi setelah dilakukan perbaikan, dalam waktu 5 hari berkurang 100 ribu lebih pemilih. Sehingga menjadi 1.070.177 pemilih. “Bagaimana sistemnya bisa berkurang sebanyak itu,” ucapnya.

Fadrianto mengungkapkan, rekomendasi perbaikan DPT mungkin bisa dilakukan. Namun rekomendasi memperoleh jumlah DPT 1.107.177 bagaimana rumusnya. “Darimana angka 100 ribu pengurangan DPT itu bisa keluar. Apa rumusnya. Kita ingin tahu. DPT itu hitungan angka Matematika, jadi tidak boleh menerka-nerka,” bebernya.

Terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan P5 di Panwaslu beberapa waktu lalu, Fadrianto mengungkapkan, mereka  belum mendapat keterangan lebih lanjut apa yang menjadi rekomendasi Panwaslu Palembang kepada KPU Palembang. “Rabu nanti kami akan melakukan aksi lagi di Panwaslu Palembang. Kami ingin tahu apa rekomendasi Panwaslu untuk KPU Palembang,” tuturnya.

Menanggapi aksi pendemo, Komisioner KPU Palembang Rudi Pangaribuan mengatakan, KPU melakukan perbaikan DPT atas rekomendasi Bawaslu Sumsel. “Hasil pleno DPT pada 19 April diditetapkan sebanyak 1.244.716 pemilih tapi setelah dilakukan perbaikan, dalam waktu 5 hari berkurang 100 ribu lebih pemilih. Sehingga menjadi 1.070.177 pemilih,” pungkasnya. (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 − 8 =