Pabrik PTP Mitra Ogan (MO) Ditinggal Karyawan

Baturaja, jurnalsumatra.com – Pabrik PTP Mitra Ogan (MO) sepi ditinggal karyawan, hal ini sesuai dengan ancaman 1700 karyawan untuk melakukan aksi mogok kerja terkait, gaji yang belum mereka terima selama ini terhitung bukan Nopember sampai dengan Desember 2018.

pantauan dilapangan, tak ada kegiatan mulai dari kantor kebun, dan pabrik pengolahan sawit, hanya tampak beberapa satpam yang duduk santai di setiap pos.

Akibat dari aksi mogok kerja tersebut, perwakilan Direksi PTP Mitra Ogan Bambang Efendi (Kabag SDM dan Umum) , Sujana (Kabag Keuangan)  dan Siahaan (Kabag Teknis TK)  melakukan pertemuan dengan Serikat Pekerja Mitra Ogan (SPMO) didampingi  Muslimin (Manager Kebun Pin 1 ), Sigit Baskara (Manager Kebun Pin 2), dan  Kholifah Rosidi (Manager PKS).

Pertemuan di Kantor Direksi Tanaman dan Teknik PT Perkebunan Mitra Ogan Karang Dapo tersebut tidak membuahkan hasil,  pihak direksi hanya menyanggupi membayar gaji 35 persen sisa bulan Nopember 2018.

“Hasil keputusan rapat dengan perwakilan Direksi sore ini menemui jalan buntu, pihak Direksi hanya akan membayar sisa gaji bulan nopember sebesar 35 persen,”kata Ismed Hadiwijaya Ketua SPMO didampingi pengurus dan Karyawan PTP MO Kamis sore (3/1).

Oleh karena itu kata Ismed seluruh karyawan akan tetap melakukan mogok total (Vacum) sampai tanggal 15 Januari 2019 mendatang.

“Jika sampai batas tanggal tersebut kewajiban perusahaan belum juga dipenuhi,  maka pada tanggal 16 Januari 2019  karyawan akan mengelola kebun sendiri (ambil alih) melakukan panen dan jual TBS sendiri ke pihak luar dan hasil dari penjualan tersebut untuk membayar gaji karyawan,”tegasnya.

Disisi lain perwakilan Direksi PTP Mitra Ogan tak satupun yang bersedia memberikan komentar ketika disapa awak media, dan bergegas meninggalkan lokasi menaiki mobil. (rad)

Leave a Reply