Pakar: Restorasi Kualitas Waduk Harus Dilakukan Berkelanjutan

Jakarta,jurnalsumatra.com – Pakar Teknik Lingkungan Sumber Daya Air, Profesor Eko Winar Irianto mengatakan, restorasi terhadap kualitas air waduk harus melalui pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) yang berkelanjutan.
“Kebijakan dan upaya restorasi kualitas air waduk melalui pengelolaan DAS dilakukan secara berkelanjutan guna mencegah kerusakan fungsi dan pengoperasian waduk secara struktural, nonstruktural, dan kultural yang pada saat ini telah berjalan dengan baik,” kata Eko Winar Irianto dalam Orasi Pengukuhan Profesor Riset di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta, Kamis.
Menurut Eko, kebijakan restorasi waduk secara berkelanjutan itu dinilai berperan penting dalam menghasilkan DAS yang lestari dan untuk mempertahankan masa layan waduk secara tepat jumlah dan tepat mutu.
Ia mengingatkan bahwa fluktuasi kuantitas dan kualitas air waduk selain disebabkan operasi internal waduk juga dipengaruhi aliran yang masuk dari DAS yang telah mengalami degradasi lingkungan yang serius.
Untuk menganalisis pengaruh DAS terhadap waduk, ujar dia, diperlukan indikator status mutu ekosistem yaitu indikator keanekaragaman hayati, indikator erosi lahan dari DAS, kapasitas pemanfaatan air, tingkat korosivitas air, dan tingkat toksisitas logam berat pada sedimen dasar.

“Lima indikator itu digunakan dalam program restorasi kualitas air waduk melalui pengelolaan DAS berkelanjutan,” ujar Eko.
Ia menambahkan, program tersebut juga dapat dilakukan melalui lima kelompok sistem yaitu model numerik aplikatif, aplikasi teknologi spasial, perbaikan dan pengelolaan kualitas air permukaan, teknologi pengendalian pencemaran air, serta pengaturan internal waduk.
Untuk melaksanakan program restorasi DAS secara terpadu memerlukan sistem kelembagaan yang berkompeten dan didukung oleh instansi-instansi serta kelompok masyarakat terkait.
“Program kegiatan yang telah disepakati dimasukkan ke dalam pola dan rencana pengelolaan wilayah sungai. Dengan demikian, pengelola DAS dan waduk harus meningkatkan kemampuannya,” paparnya.
Eko juga mengemukakan bahwa selain kelima kelompok sistem dan teknologi tersebut, fasilitas sistem pengukuran kuantitas dan kualitas air masih harus dilengkapi dan dipertajam akurasinya
Selain itu, program restorasi kualitas air waduk berkelanjutan selayaknya dapat dilaksanakan melalui kebijakan penerapan regulasi yang konsisten, sinergi lintas wilayah dan sektor, menjalankan kemitraan untuk konservasi sumber daya air, serta menerapkan teknologi pengendalian pencemaran air.
“Dengan langkah dan kebijakan tersebut, kita akan mendapatkan DAS dengan daya dukung dan daya guna sumber air yang semakin baik, serta masa layan waduk yang sesuai dengan rencana,” ujarnya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve − seven =