Panglima Dan Kapolri Safari Ramadhan Di Lombok

    Mataram, jurnalsumatra.com – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian melaksanakan safari Ramadhan ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu.
Kehadiran dua petinggi TNI dan Polri ke Korem 162/WB disambut antara lain Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, Kapolda NTB Brigjen Pol Achmat Juri, Danlanal Mataram Kolonel Laut (P) Ludi Muharjo, dan Danlanud Rembiga Kolonel Pnb Dodi Fernando.
Dalam pengarahannya  Hadi Tjahjanto menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatannya menghadiri safari Ramadhan karena dinamika di lapangan.
“Indonesia dengan luas pantai nomor dua setelah Brasil sangat strategis dalam berbagai hal, program pemerintah saat ini sedang membangun berbagai fasilitas yang menghubungkan pulau-pulau untuk menyejahterakan rakyat sehingga ke depan para investor banyak yang akan menanamkan modalnya di Indonesia,” ungkap Hadi.

      Dilanjutkannya, Indonesia yang penuh dengan keramahtamahan tercoreng oleh adanya serangkaian teror mulai dari Mako Brimob Kelapa Dua Jakarta dan beberapa tempat lainnya, namun dalam waktu yang singkat Polri dapat mengungkap pelaku teror bom tersebut.
“Indonesia merupakan negara yang kaya raya sehingga TNI dan Polri bersama seluruh komponen bangsa harus bersama-sama untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI,” jelasnya.
Hadi menegaskan sebagai bangsa yang besar tidak boleh terpecah belah oleh apapun dan siapapun, TNI siap mendukung kebijakan dan langkah Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Mari rapatkan barisan untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI,” harapnya.
Sementara Tito Karnavian menyampaikan kesannya setiba di pulau Lombok.
“Saya sangat terkesan begitu keluar dari bandara terlihat kedamaian di Pulau Lombok dan NTB pada umumnya,” kata Tito mengawali sambutannya.
Menurutnya, Lombok merupakan salah satu primadona setelah Bali, begitu juga Sumbawa, pulaunya tidak kalah indah dengan kesuburan alamnya yang hijau sebagai salah satu nikmat dari Allah SWT yang harus disyukuri.
Selain itu, Tito juga menyebutkan bahwa NTB hingga saat ini masih relatif aman namun di beberapa tempat di Indonesia terjadi ledakan bom yang salah satu pelakunya berasal dari NTB. “Di NTB sering terjadi konflik sosial seperti perkelahian antarkampung maupun adanya tindak kekerasan serta masih adanya jaringan terorisme yang harus kita sama-sama waspadai keberadaannya,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 − 2 =