Panther Bekuk Dua Pelaku Curas

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Dari tiga tersangka pelaku pencurian dengan kekerasan (Curas), dua orang pelaku berhasil diamankan, satu tersangkanya sudah masuk daftar pencarian orang (DPO). Tersangka yang telah masuk dalam DPO ini, masih terus diburuh oleh Team Panther Polres Lahat. “Saat ini dua dari tiga tersangka pelaku pencurian dan kekerasan sudah berhasil kita amankan.

Sedangkan satu TSK lainnya kabur dan telah kita masukkan kedalam DPO, ” kata Kapolres Lahat AKBP Roby Karya Adi SIK melalui Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Satria Dwi Darma SIK, Jum’at (28/9/2018), kemarin.

Terungkapnya dan mengarah ketiga pelaku yakni, Enrawan (41) warga Desa Pulau Panggung, Kecamatan Pajar Bulan, dan Firhandi alias Ali (39) yang juga merupakan warga Desa Pulau Panggung, Kecamatan Pajar Bulan, Lahat, dan untuk TSK anasialĀ  SM saat ini telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Terungkapnya kasus 365 KUHP serta berhasil menggeret para pelaku berkat kerja keras Team anggota Polres Lahat gabungan dengan anggota Polsek Kota Agung dan anggota Polsek Pajar Bulan yang melakukan pengembangan dilapangan secara maraton,” tutur Dwi Darma lagi.

Ia menjelaskan, setelah menerima LP/B-04/IX/2018/SS/RES LHT/Sek Kota Agung, pada tanggal 3 September lalu. Dengan korban Irhamuddin (37) warga Dusun IV Desa Tunggul Bute, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat, petugas melakukan penyelidikan secara mendalam, guna untuk membongkar kasus ini, dan dapat membekuk para tersangkanya.

“TKP rumah korban dusun IV Selepah Desa Tunggul Bute, Kecamatan Kota Agung, Lahat. Berkat kerja keras anggota Polres Lahat dan gabungan anggota Polsek Kota Agung dan Polsek Pajar Bulan, akhirnya berhasil mengamankan dua dari tiga pelaku tersangka kasus 365 ini, ” jelasnya.

Menurut Dwi Darma, untuk kronologis kejadian sendiri pada Minggu (2/9/2018) sekira pukul 23.00 WIB, korban tidur dirumah bersama istri dan anaknya. Tidak disadari oleh satu keluarga ini, mereka kedatangan tamu yang tak diundang.

Tiba tiba rumahnya sudah dimasuki oleh ketiga pelaku, melewati pintu belakang dan mendapati korban dan istrinya yang baru saja terbangun. Lalu para pelaku mengikat tangan pasangan suami istri (Pasutri). Setelah itu, TSK memaksa Siti Hawa menunjukkan tempat simpanan uang milik korban.

“Karena dibawah ancaman Senjata Api dan Senjata Tajam (Sajam) jenis kuduk akhirnya para pelaku mendapatkan lokasi uang yang disembunyikan. Uang korban sebesar Rp. 190 juta, SPM jenis Honda Beat, Surat Berharga, juga isi barang dagangan warung berhasil mereka kuras dan menggondolnya. Lalu, pergi meninggalkan korban dan istrinya dalam keadaan kaki, tangan, dan, mulut diikut dengan kain,” ulas Dwi Darma.

Atas peristiwa ini, sambung Dwi Darma, korban mengalami kerugian sebesar Rp. 190 juta, satu unit SPM merk Honda Beat, surat berharga yang diperkirakan angka mendekati 200 jutaan. Tertangkapnya TSK pada Jum’at (28/9/2018) sekitar pukul 01.00 WIB. Berkat informasi dan hasil penyelidikan anggota secara maraton, dan dapat menangkap TSK Enrawan di Desa Pulau Panggung, Kecmatan Pajar Bulan, Lahat.

“Sangat disesalkan saat hendak ditangkap TSK Enrawan berusaha melawan dengan menggunakan Senjata Api rakitan. Sehingga, petugas kita mengambil tindakan tegas dan terukur. Akhirnya, TSK berhasil dicokok, ” kata Kasat Reskrim Polres Lahat.

Tidak sampai disitu saja, kata Dwi Darma, setelah mengamankan TSK Enrawan, anggota pun langaung mengelandangnya kepolsek. Terus, petugas mengintrograsi pelaku. Nah, dari nyayian Enrawan sekira pukul 02.00 WIB dan diperkuat informasi dilapangan, akhirnya anggota melakukan pengembangan dan dapat menangkap pelaku lainnya bernama Firhandi alias Ali didesa Pulau Panggung, Kecamatan Pajar Bulan, Lahat.

“Lagi lagi kita sesalkan, saat hendak dilakukan penangkapan pelaku berusa kabur. Beberapa kali anggota memberikan tembakan peringatan. Sayangnya, tak diindahkan oleh TSK, sehingga, petugaspun harus melumpuhkan TSK dengan timah panas. Kedua TSK sudah kita gelandang ke Polres Lahat, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut berikut barang bukti (BB) yang berhasil disita petugas, ” pungkasnya. Seraya menambahkan, untuk rekan pelaku anasial SM (38) warga Kecamatan Tanjung Tebat, Kabupaten Lahat, masih terus diburuh keberadaannya selain telah DPO.

BB yang berhasil disita petugas diantaranya, satu buah cicin emas, satu buah kalung emas, satu buah baju warna hitam merk Palkers, satu buah celana jeans merk Guess warna abu abu, uang tunai sebesar Rp. 3.750.000-, satu pucuk Senjata Api rakitan, empat butir amunisi, satu pasang sandal merk Cabaret, satu pasang sandal merk Finotti, satu buah Sajam jenis kuduk, satu unit SPM merk Honda Beat warna Merah Putih, telah diamankan di Pendopo Lintang, satu unit SPM Honda Revo warna hitam dalam keadaan jambrong yang digunakan TSK Enrawan, satu unit SPM merk Yamaha Mio telah diamankan di Pendopo Lintang. (Din)

Leave a Reply