Panwaslu Lebak Terjunkan 1.897 Petugas PTPS

     Lebak, jurnalsumatra.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lebak, Banten, menerjunkan sebanyak 1.897 petugas pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) pada pemilihan kepala daerah (pilkada) yang berlangsung 27 Juni 2018.
“Kita sudah menetapkan petugas PTPS itu,” kata Asep Saepudin, Komisioner Panwaslu Kabupaten Lebak, Selasa.
Penetapan PTPS itu setelah dinyatakan lulus dan memenuhi persyaratan di antaranya pendidikan SLTA dan usia minimal 25 tahun.
Para petugas PTPS itu nantinya diterjunkan di 340 desa dan lima kelurahan yang tersebar di 28 kecamatan.
Kehadiran petugas pengawas tersebut diharapkan dapat mewujudkan pesta demokrasi lima tahunan itu berjalan lancar dan tidak ditemukan kasus pelanggaran.
“Kami minta petugas PTPS dapat bekerja maksimal untuk mengawasi pelaksanaan pilkada,” ujarnya.
Menurut Asep, tugas pokok fungsi PTPS itu untuk mengawasi penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS).

“Mereka akan  disebar di masing-masing TPS sebanyak dua pengawas,” katanya.
Apabila ditemukan kasus pelanggaran maka PTPS bisa bekerja sama dengan petugas panitia lapangan (PPL) serta kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) setempat untuk menyelesaikan temuan pelanggaran tersebut.
Namun demikian, jika tidak bisa diselesaikan maka petugas PTPS memberikan rekomendasi ke Panwaslu kabupaten.
“Kami bisa menangani kasus pelanggaran pilkada setelah adanya laporan dari petugas PTPS,” katanya.
Asep mengingatkan, pelaksanaan Pilkada Lebak yang diikuti hanya satu pasangan yakni Iti Octavia dan Ade Sumardi tidak terjadi praktik politik uang.
Sebab, jika terbukti ada praktik politik uang bisa didiskualifikasi kemenangan pasangan calon.
Selain itu pegawai negeri sipil (PNS) diminta bersikap netral pada pilkada.
“Kami  akan menindak tegas  jika ditemukan praktik politik uang maupun PNS yang tidak bersikap netral pada pilkada,” katanya. (anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

20 + four =