Pariaman Mengedukasi Anak Tentang Penyu

     Pariaman, Sumbar, jurnalsumatra.com – Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kota Pariaman, Sumatera Barat, memberikan edukasi tentang satwa penyu kepada puluhan anak Taman Kanak-kanak Islam Terpadu At Tin.
“Edukasi kepada anak-anak tentang penyu diperlukan untuk memberikan pengetahuan lebih banyak mengenai satwa yang dilindungi tersebut,” kata staf KKPD Pariaman, Irwan di Pariaman, Sabtu.
Beberapa pengetahuan yang diberikan kepada anak-anak tersebut di antaranya tentang aneka jenis penyu, habitat, termasuk peneluran hewan itu.
Ia mengatakan penjelasan pengetahuan tentang satwa yang dilindungi tersebut dibutuhkan agar anak usia dini ikut serta menjaga keseimbangan alam secara berlanjut.
Apalagi kata dia, saat ini masih banyak masyarakat yang kurang peduli dengan hewan dilindungi undang-undang tersebut, sehingga masih ada temuan kasus jual beli telur penyu di beberapa daerah.
“Anak-anak harus diajarkan sejak dini tentang keberadaan satwa penyu, agar ke depannya ikut serta menjadi pelopor penyelamat lingkungan hidup,” ujar dia.

     Selain memberikan pengetahuan secara umum tentang penyu kepada anak usia dini, KKPD setempat juga menargetkan pengetahuan tersebut dapat menjadi acuan dalam mencintai lingkungan hidup.
“Kami tidak hanya fokus pemberian pengetahuan kepada anak tentang penyu saja, namun mereka juga diajarkan bagaimana mencintai dan menjaga lingkungan hidup,” katanya.
Sejak Januari hingga Oktober 2017 ujarnya, KKPD setempat mencatat kurang lebih 7.000 masyarakat sudah mengunjungi pusat penangkaran penyu tersebut.
Selain sebagai tempat rekreasi wisata, KKPD juga merupakan sarana edukasi dan penelitian bagi mahasiswa dari berbagai daerah bahkan luar negeri.
Pada kegiatan itu para anak usia dini juga melakukan aktivitas lomba mewarnai satwa penyu untuk meningkatkan daya kreativitas dan perkembangan otak.
Sementara itu Kepala Sekolah TK IT At Tin Pariaman Yulia Angreani, mengatakan pembelajaran dan pengenalan kepada anak tentang penyu dibutuhkan sejak dini.
Menurut dia, hal itu dibutuhkan sebagai salah satu upaya mengajak anak mencintai lingkungan, terutama satwa yang dilindungi undang-undang.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − 9 =