Partai Garuda Tanjungpinang Memenuhi Syarat Peserta Pemilu

    Tanjungpinang, jurnalsumatra.com – Komisi  Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menetapkan Partai Garuda dan Partai Berkarya memenuhi syarat sebagai peserta Pemilu 2019.
Ketua KPU Tanjungpinang Robby Patria di Tanjungpinang, Sabtu, mengatakan Partai Garuda dan Partai Berkarya ditetapkan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku setelah dilakukan verifikasi faktual baru-baru ini.
“Kami telah melakukan verifikasi faktual kepengurusan, keterwakilan perempuan, domisili kantor dan keanggotaan terhadap partai politik calon peserta pemilihan umum anggota DPR dan DPRD tahun 2019. Hasil verifikasi diputuskan bahwa Partai Garuda dan Berkarya memenuhi syarat melalui rapat pleno tadi malam,” ujarnya.
Robby mengemukakan KPU Kota Tanjungpinang menyerahkan hasil verifikasi faktual yang bertempat di ruang rapat kantor penyelenggara pemilu tersebut. Kegiatan itu tidak hanya dihadiri lima anggota KPU Tanjungpinang, melainkan juga  anggota Bawaslu Kota Tanjungpinang, Zaini.

“Kami sudah menyerahkan hasil pemeriksaan verifikasi faktual kepengurusan, keterwakilan perempuan, domisili kantor dan keanggotaan partai politik peserta pemilu tahun 2019,” ucapnya.
Partai politik yang menerima berkas hasil verifikasi faktual tersebut belum tentu dapat menjadi peserta Pemilu 2019. Hal itu tergantung pada keputusan pusat setelah dilakukan verifikasi faktual secara nasional.
“Partai Garuda dan Partai Berkarya Kota Tanjungpinang akan dilanjutkan ke tahap berikutnya menunggu pengumuman KPU RI,” tegasnya.
Hasil verifikasi faktual kepengurusan, keterwakilan perempuan, domisili kantor dan keanggotaan Partai Garuda dan Partai Berkarya  juga diberikan kepada Bawaslu Kota Tanjungpinang.
“Kami masih menunggu instruksi KPU RI terkait keputusan Bawaslu RI yang terbaru,” katanya.
Anggota Bawaslu Tanjungpinang Zaini sejauh ini proses verifikasi faktual terhadap partai-partai baru berdasarkan keputusan Bawaslu RI, berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku. Pelaksanaan verifikasi terbuka, informatif dan teliti.
“Kami tidak menemukan pelangaran terhadap proses verifikasi faktual,” ujarnya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty + 16 =