Partai Politik Tunggangi Program Jokowi

Muba, Sumsel, jurnalsumatra.com – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 dan Pemilihan Legislativ 2019 Partai Keadilan Sejahterah (PKS) diduga mencuri stat bahkan memanfaatkan program Indonesia Pintar untuk mencari dukungan.

Pasalnya belum lama ini Sekretaris DPD PKS Muba Musheni S.Pd.I tiba-tiba nyelonong membagikan data-data penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada warga desa Talang Piase Kecamatan Lawang Wertan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tanpa bekoordinasi dengan pemerintah setempat.

Menariknya lagi, penyaluran data-data penerima program nasional yang bertujuan menjamin dan memastikan seluruh anak usia sekolah (6-21 tahun) untuk keluarga kurang mampu itu berlangsung di Masjid Al Mustaqim. Bahkan didalam amplop data yang diterima warga terdapat photo anggota DPR-RI H Mustafa Kamal, SS juga kartu nama Musheni S.Pd.I bakal calon dewan Kabupaten Muba.

Terendusnya Sekretaris DPD PKS Muba membagikan data penerima Kartu Indonesia Pintar ini berawal dari keterangan salah satu perangkat desa yang secara kebetulan meminta pendapat kepada wartawan Jurnal Sumatra.com mengenai penyaluran data KIP yang dilakukan sekretaris partai tersebut.

Sebab menurut dia masuknya parpol dalam permasalahan KIP bisa membuat bingung pemerintah desa maupun pihak kecamatan. Karena takut terjadi data ganda dan ketidaktepatan sasaran penerima.

“Saya pikir bukan kita saja yang bingung dengan program Indonesia Pintar. Kok datanya bisa dibagikan langsung oleh kader partai politik tanpa bekoordinasi dengan kami pemerintah setempat.” Ujar salah satu perangkat desa Talang Piase kepada Jurnal Sumatra.com kemarin.

Menurut sumber tersebut, dengan penyaluran KIP tanpa koordinasi membuat pihak desa tidak mengetahui jumlah data yang diterima warga.

“Kita tidak mengetahui berapa data penerima KIP untuk desa kami, karena yang mengurus kader partai politik. Keadaan ini sebenarnya bisa merugikan warga, karena bisa saja terjadi yang tidak berhak menerima mendapat kartu tersebut.”Ujarnya.

Ketika dikonfirmasi Kepala desa Piase Zul Azmi membenarkan adanya pembagian data penerima KIP yang dilakukan Sekretaris DPD PKS Muba. “Memang ada kegiatan yang dilakukan Sekretaris DPD PKS. Namun sewaktu kegiatan itu berlangsung saya tidak ada ditempat, karena tidak ada pemberitauan sebelumnya.

Se-usai membagikan data-data penerima KIP, baru pihak PKS memberitau bahwa ada kegiatan. Berdasarkan penjelasan, tidak ada kegiatan lain, hanya sebatas membagikan data penerimah KIP yang didalam amplopnya terdapat kartu nama Musheni selaku bakal calon dewan Kabupaten Muba.”Terang dia.

Terpisah Camat Lawang Wetan Bahrum Rangkuti SSTP MSi menjelaskan tidak ada pemberitahuan mengenai penyaluran data KIP untuk Kecamatan Lawang Wetan.

“Sejauh ini tidak ada pemberitahuan mengenai kegiatan yang dimaksud. Sebelum melakukan kegiatan harusnya mereka koordinasi dengan pihak desa maupun Kecamatan, agar tidak menimbulkan anggapan yang kurang baik.

Mungkin niat mereka bagus, tapi kalau niat mereka itu sosialisasi bakal calon, indikasinya mencuri stat karena sekarang belum masuk tahapan.

Sebenarnya itu hak mereka tapi kita juga punya hak untuk mengawasi. Inikan masih 2018 bukan 2019 lur. Jadi kalau memang ada indikasinya mencuri stat, siapapun masyarakat, media, LSM, ormas boleh melapor ke KPU.”Tegasnya.

Sayangnya Sekretaris DPD PKS Muba Musheni S.Pd.I belum berhasil dihubungi baik melalui via hendpone maupun secara langsung. (Rafik Elyas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × four =