Partisipasi Pemilih Di Pilkada Sampang Dinilai Janggal

     Jakarta, jurnalsumatra.com – Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sampang nomor urut 2, Hermanto Subaidi dan Suparto menilai adanya kejanggalan partisipasi pemilih di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, yang mencapai 100 persen pemilih.
“Kehadiran pemilih 100 persen, ini tidak salah dan memang bagus, namun praktiknya ini hanya terjadi di satu banding seribu,” ujar kuasa hukum pemohon, M. Soleh, di Gedung Mahkamah Konstitusi Jakarta, Jumat.
Dalam dalilnya pemohon memaparkan bahwa meskipun jumlah partisipasi pemilih mencapai 100 persen, pada kenyataannya di wilayah Ketapang Daya dan Ketapang Barat tidak terjadi pelaksanaan pencoblosan.
“Bahkan ada wilayah yang tidak dibagikan formulir C6,” kata Soleh.
Soleh kemudian menyebutkan kecurangan yang terjadi di Pilkada Kabupaten Sampang tidak lagi berupa politik uang, melainkan sudah di tahap permainan angka pada penyelenggara Pilkada.
Selain itu, pemohon juga mendalilkan adanya daftar pemilih tetap ganda di beberapa TPS.

“Sejak masih DPS kami sudah mengingat termohon (KPU), namun kenyataannya masih ditemukan DPT ganda di TPS,” ungkap Soleh.
Pemohon juga menyebutkan adanya pelanggaran yang dilakukan KPU maupaun Panwas Sampang, karena Panwas dilaporkan menulis surat kepada KPU untuk diizinkan membuka C7 terkait dengan kehadiran pemilih untuk tiga kecamatan di Kabupaten Sampang.
“Kami meminta Mahkamah untuk membuka fakta apakah ini 100 persen benar-benar kesadaran pemilih atau permainan angka termohon (KPU),” ujar Soleh.
Pemohon juga meminta Mahkamah untuk memerintahkan termohon membawa kotak suara C7 KWK, karena ada tanda tangan atau cap jempol pemilih.
“Kami memohon untuk menjatuhkan putusan membatalkan putusan KPU kabupaten Sampang tanggal 5 Juli,” ucap Soleh.
Pemohon juga meminta Mahkamah memerintahkan pemungutan suara ulang di beberapa TPS yang terduga ada DPT ganda dan tidak diselenggarakan pilkada sebelumnya.(anjas)

Leave a Reply