Pasien Keluhkan Keterlambatan Obat


Lahat, jurnalsumatar.com – Keluhan salah satu pasien Karnadi (77) warga Kota Baru Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat yang melalukan Operasi diruangan Polli Beda Rawat Jalan yang terjadwal dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lahat.

Andi (34) warga Kota Baru Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat menyampaikan, keluhan atau mempertanyakan Program Bupati Lahat tentang Berobat Gratis. Sedangkan, orang tuanya mau menjalankan Operasi ternyata disuruh menunggu.

“Bagaimana program Bupati Lahat. kalau orang tua saya saja untuk melakukan Operasi masih harus menunggu obat,” kata Andi dengan nada kesal, Kamis (1/8/2019).

Sementara, Dirut RSUD Lahat dr.Hj.Erlinda.M.Kes melalui Humas Feri Agustiamsyah SH mengatakan, pasien yang masuk diruang Polli Beda yang hendak Operasi bersifat terjadwal.

“Karena pasien yang melalui Polli Beda ada level. Terjadwal sebab dokter hanya satu orang yakni dokter Rajab SpB. Kalau selama ini, benar dokter tersebut ada dua. Tapi, kini hanta tinggak 1 dokter,” kilah Feri.

Bahakan, sebelumnya, sambung Feri, dokter masih ada dua dokter bisa mengurusi pasien hingga 12 orang pasien.

“Kini, hanya tinggal 1 dokter. Jadi hanya bisa mengurusi pasien berjumlah 6 orang. Ditambah lagi, keterbatasan ruangan yang diguna oleh spesialis lainnya untuk Operasi,” tambahnya.

Jadi, kata Feri, pasien yang hendak menjalani Operasi yang masuk melalui Polli Beda Rawat Jalan semuanya itu terjadwal. Secara tegas Feri membantah, kalau pasien bernama Karnadi ini, tidak dilayani ataupun tidak diperhatikan oleh pihak RSUD Lahat.

“Tidak benar, kalau pasien tersebut tidak kita layani ataupun tidak diperhatikan. Namun, semua itu tetap menunggu jadwal saja untuk menjalani Operasi,” ucapnya.

Walaupun, pasien itu disuru nunggu, tapi dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lahat masih memperhatikan kesehatan korban yang sudah lanjut usia ini.

“Digeser hari untuk Operasinya korban karena melihat tingkat penyakit yang dialaminya. Akan tetapi, untuk pasien masih menjadi perhatian serius bagi dokter RSUD Lahat, guna mengantisipasinya dengan memberikan resep atau obat agar tidak terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, seraya menunggu jadwal dari Polli Beda Rawat Jalan,” tutur Feri lagi.

Ketita disinggung wartawan soal keterlambatan obat ini, menurut Feri, salah satu penyebab faktur utamanya yakni, soal keterlambatan pembayaran yang dilakukan Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS).

“Padahal MoU yang sudah dilakukan antara BPJS dan RSUD Lahat pembayaran klim dilakulan setelah 30 hari diterimanya klim dari Rumah Sakit,” imbuhnya lugas.

Himbauan dari Feri, kiranya pasien maupun keluarga pasien yang hendak berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lahat, agar dapat bersabar, sembari RSUD Lahat saat ini sedang gencar gencarnya meningkatkan pelayanan untuk lebih baik lagi kedepan. (Din)