Pasien Sembuh COVID-19 Di Mimika Tetap Dalam Pemantauan

Timika, jurnalsumatra.com – Dua pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, kini telah diizinkan pulang ke rumah, namun perkembangan kondisi kesehatan mereka tetap dalam pemantauan oleh Tim Gugus Tugas Pemkab Mimika maupun tim medis RSUD Mimika.

  “Mereka sudah diizinkan pulang. Hanya saja catatannya mereka tetap melakukan isolasi mandiri di rumah dan tetap akan dipantau terus oleh Tim Gugus maupun tim kesehatan RSUD Mimika sampai mereka benar-benar pulih kembali kondisi kesehatannya,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan COVID-19 Kabupaten Mimika Reynold Ubra di Timika, Kamis.

  Kedua pasien tersebut, yakni pasien 01 dan pasien 02, dinyatakan sembuh setelah pemeriksaan sampel swab mereka untuk kedua kalinya menggunakan metode RT PCR oleh Laboratorium Balitbangkes Provinsi Papua di Jayapura pada Rabu (8/4) dinyatakan sudah negatif COVID-19. Keduanya dinyatakan positif COVID-19 pada Minggu (29/3).

  Pasien 01 diduga terinfeksi COVID-19 saat berada di Jakarta ketika mengikuti sebuah kegiatan yang juga dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

  Sementara pasien 02 diduga terinfeksi COVID-19 saat melayat ke rumah duka dan menghadiri acara pemakaman salah satu tokoh agama di Timika yang meninggal pada 16 Maret 2020.

  Tokoh agama yang meninggal tersebut merupakan salah satu peserta kegiatan keagamaan di Lembang, Jawa Barat, dan diketahui melakukan kontak erat dengan peserta lainnya yang dinyatakan positif COVID-19.

  Reynold mengatakan hampir seluruh infeksi COVID-19 di Mimika sekarang ini berhubungan erat dengan Kluster Lembang, Jawa Barat.

  “Sampai kemarin (Rabu, 8/4) sore, jumlah data sementara hasil tracing contack yang sudah kami lakukan sebanyak 336 kontak erat. Dari jumlah itu, Kluster Jakarta hanya 34 kontak, sedangkan Kluster Lembang sebanyak 302 kontak. kami masih terus melakukan penelusuran kontak yang lain,” ujarnya.

  Sembilan orang yang melakukan kontak erat dengan pasien 01 (empat orang di antaranya berstatus orang tanpa gejala/OTG) dan lima orang yang melakukan kontak erat dengan pasien 02 yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP)  juga telah dinyatakan sehat.

  Ke-14 orang tersebut sudah diizinkan kembali ke rumah mereka setelah sebelumnya menjalani isolasi atau karantina di Wisma Atlet Mimika yang beralamat di Kelurahan Timika Jaya SP2.

  Hingga kini jumlah pasien terinfeksi COVID-19 di Mimika sebanyak 13 orang, tiga orang di antaranya telah meninggal dunia, terdiri atas satu kasus kematian di RS Tembagapura dan dua kasus kematian di RSUD Mimika.

  Salah satu PDP yang meninggal dunia, yaitu pasien 05, berinisial AR, meninggal dunia pada Rabu (8/4) siang di RSUD Mimika dan jenazahnya telah dimakamkan di TPU Kelurahan Kamoro Jaya SP1, Distrik Wania.

  Jumlah PDP secara keseluruhan di Mimika sebanyak 51, orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 95 orang dan orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 151 orang.

  PDP yang masih dirawat di RSUD Mimika sebanyak 12 orang, sementara PDP yang dirawat di RS Tembagapura tersisa satu orang.

  “Dua orang PDP yang dirawat di RS Tembagapura dinyatakan negatif. Dari jumlah enam orang PDP yang pernah dirawat di ruang isolasi RS Tembagapura dan mengikuti pemeriksaan laboratorium, dua orang dinyatakan positif, dimana satu di antaranya meninggal dunia, sedangkan empat orang lainnya dinyatakan negatif,” kata Reynold.

  Adapun di Provinsi Papua jumlah pasien positif COVID-19 sebanyak 45 orang, dimana 14 kasus baru diumumkan pada Rabu (8/4).

  Temuan pasien positif COVID-19 di Papua terfokus pada empat wilayah, yaitu Kota Jayapura sebanyak 21 kasus, Mimika sebanyak 13 kasus, Kabupaten Jayapura sebanyak tujuh kasus dan Merauke sebanyak empat kasus.

  Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal saat memimpin rapat Forkopimda Provinsi Papua di Jayapura pada Rabu (8/4) meminta semua daerah memberikan perhatian serius terhadap peningkatan kasus COVID-19 di Papua dengan tidak boleh memandang remeh hal tersebut.

  “Ikuti terus ketentuan, aturan maupun protokol-protokol yang sudah disampaikan. Kami berharap betul masyarakat jujur. Siapapun yang melakukan kontak dengan PDP untuk segera tanpa harus malu-malu melaporkan diri kepada petugas kesehatan,” kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pemprov Papua Dr Silwanus Sumule.(anjas)