Paslon Cagub dan Cawagub Saling Sindir Program Kerja

Palembang, jurnalsumatra.com – Debat Cagub dan Cawagub Sumsel di Hotel Novotel, Rabu (14/3/2018) berlangsung sengit. Pasalnya, paslon cagub dan cawagub saling sindir program kerja.

Dalam sambutannya Ketua KPU Sumsel Aspahani mengatakan,  nomor urut  pasagan Cagub dan Cawagub adalah paslon 1 Herman Deru-Mawardi Yahya, nomor urut 2 Saifudin Aswari-Irwansyah Rebuin, nomor urut 3 Ishak Mekki-Yudha Pratomo dan nomor urut 4 Dodi Reza Alex-Giri Ramanda Kiemas.  Esensi debat adalah penyampaian visi dan misi, program kerja yang dinilai antar paslon. Sehingga pemilih 6 juta, mempertimbangkan paslon mana yang mampu merealisasikan janjinya, dan memilih pemimpin yang terbaik. “Saya berharap pilkada berjalan aman, damai. Siap menang dan siap mengakui kemenangan pihak lain,” ujarnya.

Dalam debat tersebut terdapat beberapa panelis yakni Prof Sirozi, Prof Taufik Marwah , Dr Febrian, Dr Yayat Supriatna.

Debat terdiri dari 6 bagian. Dalam segmen pertama penyampaian visi dan misi. Paslon nomor urut 1 Herman Deru mengatakan, Sumsel tergolong 5 besar provinsi terkaya dan memiliki SDM. Tapi kenyataannya kemiskinan masih tinggi 13,10 persen, diatas rata-rata nasional.

“Untuk dari sisi demokrasi kita sedih. Kenapa daerah kita rawan pilkada, jadi butuh edukasi politik. Bicara infrastruktur kita terfokus di ibukotav provinsi. Jadi kita butuh pemerataan. Kita harus berubah bersatu sumsel maju,” bebernya.

Paslon 2 dalam penyampaian visi dan misi, Saifudin Aswari menuturkan,  visi dan misi sederhana bersatu, Sumsel baru. “Kami ingin memberikan rasa sejuk. Pertama kami ingin memberikan infratruktur yang merata. Sekarang sudah bagus, pembangunan sudah banyak di Palembang. Tapi hanya tersentral disatu tempat. Kami akan buat pemerataan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Saifudin Aswari yakni Irwansyah menuturkan, sebagai wakil dirinya akan mendata yang pasti berapa jumlah penduduk miskin, tidak sekolah, pengangguran. “Insya Allah ASRI amanah,” ucapnya.

Sedangkan Paslon 3 Ishak Mekki dalam menyampaikan visi dan misinya menuturkan, visinya adalah Sumsel mandiri cerdas, maju dan merata. Berdaya saing, berbasis lokal, interaksi global. “Visi kami menciptakan pemerataan pembangunan infrastrktur, kami melihat kerusakan jalan dimana-mana. Kami targetkan satu tahun bisa.Mempebaiki tata kelolah perkebunan, dengan mendatangkan investor.Kami akan berikan bantuan 50 ribu umkm Rp 10 juta.Membangun Sumsel dibidang teknoligi, informasi. Dan tata kelolah pemerintahan yang baik,” bebernya.

Paslon 4 Dodi Reza Alex mengatakan, dirinya bersama Giri memiliki 6 program strategis. Pertama, kelanjutan sekolah dan berobat gratis. Kedua, dalam 2 tahun seluruh jalan provinsi mulus. Ketiga peremajaan gratis bagi petani karet, sawit. Dan optimalisasi lahan sawah.

Selanjutnya keempat  Dalam 2 tahun warga sumsel smart digital, internet gratis  ke desa. Kelima KEK Tanjung Api-Api  diupayakan pembangunannya untuk mendorong ekonomi. Dan keenam memberikan bantuan umkm.

“Kami tidak hanya membangun gisik, tapi religius. Kami mengajak untuk warga Sumsel mejaga  zero konflik.

Di segmen kedua paslon harus menjawab pertanyaan panelis. Sedangkan segmen ketiga paslon diberikan waktu untuk memberikan pertanyaan dengan paslon lain.Segmen keempat Paslon akan bertanya dengan paslon lain. Segmen kelima paslon memberikan pertanyaan ke paslon laun, dan ketika paslon lain menjawab, paslon yang memberikan pertanyaan akan memberikan tanggapan. Dan segmen keenam adalah penutupan dari setiap paslon. Dalam debat tersebut, pertanyaan yang ditujukan ke paslon lain saling menyidir program kerja. Hal tersebut membuat suasana debat makin panas, dan saling teriak antar tim pendukung. (Yanti)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen + 1 =