Pastikan Warga Binaan Memilih

PAGARALAM, Sumsel, jurnalsumatra.com – Warga Pagaralam yang sedang ‘dibina’ di rumah tahanan, tak perlu khawatir akan ‘Golput’ pada Pemilu 17 April 2019 nanti. Komisi Pemilihan Umum Kota Pagaralam memastikan warga binaan di rumah tahanan bisa menyalurkan hak pilihnya sama seperti pemilih lainnya.

“Itu (warga binaan) kan masuk dalam kategori pemilih kejadian khusus. Jadi, mereka masih bisa memilih,” ucap Komisioner KPU Kota Pagaralam Divisi Program dan Data, Rahmat Qori Setiawan Amd, ditemui di kantor KPU, Kamis (23/8/2018).

Qori menyebutkan, bila memang memenuhi syarat, warga  Pagaralam yang sedang ‘dibina’ Rutan tersebut akan dimasukkan ke dalam Daftar Pemilih Tambahan alias DPTb. Mereka bisa memilih satu jam sebelum pemungutan suara ditutup. “Kalau mereka punya KTP-el di sini (Pagaralam), kami jamin bisa milih,”ucap Qori memastikan.

Berapa jumlah warga binaan asal Pagaralam yang berpotensi bisa memilih? Qori belum bisa memastikan jumlahnya. Katanya, pihaknya baru berencana untuk datang ke Rutan untuk meminta data pasti jumlah warga binaan di sana yang bisa memilih. “Kalau dulu pas Pilkada, jumlahnya (warga binaan) 16 orang. Nah untuk Pemilu, mungkin sudah bertambah atau berkurang,”ucapnya.

Pakai Surat Pindah

Warga binaan tersebut juga mesti mengurus formulir A5 alias surat pindah memilih. Surat pindah memilih ini kata Qori, ujar Qori, bersifat wajib. Tanpa A5, mereka tak bisa memilih meskipun terdaftar di DPTb. Karenanya Qori berharap, formulir ini bisa diurus para keluarganya.

Bagaimana dengan warga luar Pagaralam yang juga berada di dalam Rutan Qori juga belum bisa memastikan jumlahnya. Yang pasti katanya, selain KTP-el, warga luar Pagaralam ini bisa memilih dengan syarat menunjukkansurat pindah memilih dari domisilinya.

Warga binaan asal luar Pagaralam ini lanjut Qori, hanya bisa memilih untuk Pilpres, Pemilu anggota DPD, Pemilu anggota DPR RI, dan Pemilu Anggota DPRD Provinsi Sumsel saja. Mereka tak berhak memilih calon anggota DPRD Kota Pagaralam. (Van)

Leave a Reply