Pawai Budaya Hut Ke-247 Kota Gianyar

    Gianyar, Bali, jurnalsumatra.com – Pawai budaya memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-247 Kota Gianyar melibatkan duta seni dari seluruh kecamatan di daerah itu berlangsung di depan panggung terbuka  Balai Budaya Kota Gianyar, Selasa siang.
“Atraksi budaya yang unik dan menarik itu tentu akan menjadi pusat perhatian masyarakat setempat seperti kegiatan tahun-tahun sebelumnya,” kata Ketua Yayasan Trash Hero Indonesia (THI) Wayan Aksara, Selasa.
Komunitas nirlaba yang bergerak di bidang sampah plastik ini siap memungut sampah yang berserakan saat masyarakat membludak menyaksikan atraksi budaya seperti tahun-tahun sebelumnya.
Untuk itu masyarakat diharapkan berperan saat menyaksikan atraksi budaya itu tidak sembarangan membuang sampah, meskipun pihaknya siap memungut jika ada sampah yang berceceran.
Komunitas nirlaba yang bergerak dalam bidang sampah plastik itu akan mengawal kebersihan dalam pagelaran akbar pawai Budaya Gianyar 2018. Relawan THI bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup setempat siap mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Kami mengajak masyarakat yang menghadiri pawai budaya untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan, dengan memungut sampah yang berserakan dan tidak membuang sampah sembarangan”, ujar Wayan Aksara.
Ia mengatakan, pihaknya siap dan mengajak sahabat dari berbagai komunitas di Bali untuk terjun langsung mengontrol kebersihan dalam pagelaran pawai budaya, di antaranya,  Tol Tol, Dolly Hardliners, Nil Til Lulu dan Room 121.

     Hal itu diimbangi dengan kesadaran masyarakat Kabupaten Gianyar untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, mulai dari hal sederhana yakni menempatkan sampah pada tempatnya. Jangan sampai seenaknya membuang di jalanan.
Sejauh ini, masyarakat mulai peduli terhadap lingkungan, namun tetap harus ditingkatkan lagi. żPerlu edukasi lebih intens,ż ujar Aksara.
Ketua Chapter THI wilayah Saba itu menuturkan, THI secara rutin terlibat dalam kegiatan kebersihan setiap minggunya.
Di Bali, komunitas tersebut sudah memiliki partisan di masing-masing wilayah, meliputi Trash Hero Amed, PadangBai, Candidasa, Saba, Ubud, Mas, Kertalangu dan Sanur. “Tujuan kami menginspirasi,” ujarnya.
Menurut pengalaman sebelumnya, setiap pagelaran yang melibatkan banyak seniman, dimanapun itu, bisa dipastikan sampah menjadi masalah utama. Masih banyak masyarakat yang belum begitu faham akan dampak terhadap ekosistem lingkungan.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gianyar Wayan Kujus Pawitra menilai kehadiran komunitas seperti Trash Hero sangat layak diapresiasi. Sebab, para pecinta lingkungan tersebut memberi aksi nyata dalam menanggulangi  sampah secara sukarela.
“Mereka pantas disebut pahlawan lingkungan, tepat sesuai dengan nama komunitasnya,” katanya.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × three =