PBB Pertanyakan Kinerja Komisi Keamanan Jembatan

    Surabaya, jurnalsumatra.com – Partai Bulan Bintang (PBB) mempertanyakan kinerja Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan yang dinilai kurang maksimal sehubungan dengan ambruknya jembatan yang menghubungkan ruas Tuban-Lamongan di Jawa Timur, Selasa (17/4), yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka.
“Komisi itu bekerja dan bertugas melakukan inspeksi, menerima laporan inspeksi pengelola jembatan dan terowongan jalan atau laporan masyarakat apabila hasilnya menunjukkan perlu dilakukan inspeksi oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan,” kata politikus PBB Ferry Afriansyah Noor dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Kamis.
Menurut Ferry, komisi ini dapat melakukan permintaan pembangunan atau pengelolaan, dan apabila diperlukan dapat melakukan uji acak inspeksi untuk memastikan keamanan jembatan dan terowongan jalan yang sudah terbangun.
Ia mengatakan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 41/PRT/M/2015 tentang Penyelenggaraan Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan mewajibkan pemeliharaan rutin jembatan.

Adapun pemeliharaan rutin yang dimaksud adalah kegiatan merawat serta memperbaiki kerusakan kerusakan kecil atau sederhana yang terjadi pada struktur jembatan atau terowongan jalan agar didapat kondisi yang mantap sesuai dengan umur rencana yang dapat diperhitungkan serta mengikuti ketentuan yang berlaku.
Selain itu ada pemeliharaan berkala, yakni kegiatan penanganan terhadap setiap kerusakan yang diperhitungkan dalam desain agar penurunan kondisi jembatan atau terowongan jalan dapat dikembalikan pada kondisi kemantapan sesuai dengan rencana.
“Kementerian PU seharusnya mencantumkan umur rencana jembatan yang diketahui oleh masyarakat setempat serta kendaraan dengan sumbu berapa ton yang boleh melintas dan di sini fungsi dan tugas jembatan timbang,” katanya.
Ferry menilai alasan ambruknya jembatan itu karena usia yang sudah tua, yakni 25 tahun, tidak menjadi jawaban yang relevan.
“Terlalu sederhana jika ambruknya jembatan tersebut akibat umur jembatan 25 tahun. Intinya ini ada kelalaian. Coba dicek berapa anggaran biaya pemeliharaan jembatan setiap tahunnya,” katanya. (anjas)

Leave a Reply