PDIP Badung Gelar Festival Kuliner Untuk Berikan Peluang UMKM

Denpasar, jurnalsumatra.com – Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPC PDIP) Kabupaten Badung, Bali menggelar Festival Kuliner dengan sajian menu khas “Pulau Dewata” itu, dalam upaya memberikan peluang pelaku UMKM untuk promosi dan menjual produk.

  “Festival Kuliner ini sebagai upaya untuk memberikan ruang kepada UMKM, khususnya dalam makanan dan minuman dengan ciri khas makanan Bali,” kata Koordinator Festival Kuliner Bali, I Nyoman Dirga Yusa, di sela kegiatan tersebut di Mangupura, Kabupaten Badung Bali, Minggu.

  Ia mengatakan kegiatan tersebut juga serangkaian peringatan ulang tahun ke-47 partai politik berlogo banteng gemuk moncong putih di daerah itu.

  “Dalam festival kali ini juga disajikan mulai dari tipat cantok, jajan laklak, jukut (sayur) undis, sate lilit, ayam betutu, nasi campur, babi guling, batu bedil, sate pentul, bubur mangguh, nasi jinggo, jukut urab, nasi tepeng, bebek goreng, dan bebek betutu,” ujar Dirga Yusa yang juga Anggota DPRD Kabupaten Badung itu.

  Ia mengatakan kegiatan lomba tersebut diikuti 15 pelaku UMKM.

  Pihaknya bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, yakni Perempuan Sarinah Kabupaten Badung, Asosiasi Kuliner (ICA Bali), GIPI, PHRI, IHGMA, dan IFBEC dalam kegiatan itu.

  “Misi yang diusung yakni melestarikan dan mengembangkan kuliner tradisional Bali untuk mengembangkan inovasi pengolahan pangan sesuai dengan kearifan lokal Jana Kerthi. Sekaligus bertujuan melestarikan mutiara kuliner khas Proklamator RI Ir. Soekarno,” ucapnya.

  Ketua Tim Juri Festival Kuliner, Nyoman Swastika, menyebutkan masakan asli Bali yang diwariskan turun-temurun mesti dipertahankan.

  “Masakan Bali sangat diminati oleh wisatawan mancanegara. Kami sebagai chef (koki) profesional mendapati fakta bahwa turis Italia tidak ingin makanan Italia, begitu juga wisatawan Australia tidak ingin barbeque. Mereka justru bertanya di mana restoran Bali yang enak. Kita harus akui masyarakat Bali terlalu terobsesi dengan kuliner internasional,” katanya.

  Sekretaris DPC PDIP Badung, Putu Parwata, mengatakan festival digelar untuk mengangkat kearifan lokal Bali sekaligus memberikan kontribusi perekonomian pelaku UMKM serta melestarikan kuliner Bali.

  “Perlu ada kekuatan politik dan soliditas untuk mengangkat kuliner Bali. Sesuai amanat partai kami menggerakkan seluruh potensi kuliner di Badung untuk menjadi basis ekonomi kerakyatan,” ucapnya sembari menyebut Badung akan membangun spot kuliner khusus.

  Koordinator Festival Kuliner Bali, Made Ramia Adnyana, menyebut pihaknya mengumpulkan 135 resep masakan dari sembilan kabupaten dan kota pada kegiatan serentak itu.

  “Festival ini bertujuan mengangkat masakan Bali ke tingkat nasional dan internasional. Bali memiliki hampir 10 juta kunjungan wisatawan domestik pada 2019. Dan sebanyak 6,3 juta wisatawan internasional yang wajib kita suguhi masakan tradisional,” ucapnya.

  Ia juga menekankan keharusan untuk menyajikan minuman arak bali kepada turis mancanegara.

  “Kami ingin mengangkat arak bali ini sebagai spirit ke-7 dunia. Kita ke Korea disuguhi soju, ke Jepang disuguhi sake. Tamu internasional datang ke Bali semestinya disuguhi minuman tradisional Bali, yaitu arak bali. Tentu peredarannya harus mengikuti prosedur, peraturan, dan ketentuan yang berlaku dan tak boleh bebas,” kata dia.(anjas)