PDIP: Dialog MPR-BPIP Konstruktif Bangun Ideologi Bangsa

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menilai dialog yang dilakukan Pimpinan MPR dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) guna membahas penyempurnaan naskah draf Garis-Garis Besar Haluan Pembinaan Ideologi Pancasila merupakan hal konstruktif untuk membangun ideologi bangsa.
“Tanpa Pancasila tidak ada Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga dialog antara pimpinan MPR dengan Badan Pembina Ideologi Pancasila merupakan hal konstruktif untuk membangun ideologi bangsa,” kata Hasto di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu.
Hasto menilai pembentukan BPIP merupakan keputusan tepat Presiden Joko Widodo dengan melihat berbagai persoalan kebangsaan saat ini.
Hal itu, menurut dia, menegaskan bahwa Pancasila sudah final, yaitu sebagai jiwa dan kepribadian bangsa Indonesia serta menjadi landasan dalam pengambilan keputusan politik.
“Pancasila sudah final sebagai jiwa dan kepribadian bangsa serta menjadi landasan mengambil keputusan politik,” ujarnya.
Selain itu Hasto mengatakan dalam kunjungan ke MPR RI untuk memerkuat kerja sama kelembagaan di dalam melakukan pembinaan ideologi Pancasila ada kejadian menarik, terjadi “kompetisi” disiplin waktu antara Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri dengan anggota Dewan Pengarah BPIP Try Sutrisno.
Hasto mengutip pernyataan Megawati bahwa Try Sutrisno dalam beberapa kali rapat datang lebih dulu dibandingkan Megawati sehingga Presiden Kelima RI itu bertekad datang mengalahkan Try Sutrisno.
“Hasilnya pun jelas, karena memersiapkan diri lebih awal, jadi Megawati Soekarnoputri datang lebih awal, bahkan dibandingkan para Pimpinan MPR sendiri,” kata Hasto.
Hasto mengatakan disiplin merupakan hal pokok bagi tertibnya tatanan masyarakat dan kemajuan sebuah bangsa, pembumian ideologi Pancasila juga memerlukan disiplin.

Hal itu, menurut dia, terkait disiplin ideologinya, disiplin cara berpikirnya, disiplin dalam berbicara, disiplin dalam bertindak, dan disiplin di dalam mendedikasikan bagi-bagi bangsa dan negara.
“Dengan demikian disiplin waktu merupakan disiplin yang paling elementer dan menjadi ciri keunggulan sebuah bangsa,” ujarnya.
Hasto menegaskan bahwa disiplin syarat penting peradaban yang berkemajuan bagi setiap bangsa, Singapura dan Jepang adalah contoh bangsa yang berdisiplin.
Menurut dia, disiplin adalah buah dari keberhasilan pendidikan karakter suatu bangsa karena salah satu persoalan kita adalah tidak tertib hukum.
Sebelumnya MPR akan menggelar pertemuan dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) untuk meminta masukan penyempurnaan naskah draf Garis-Garis Besar Haluan Pembinaan Ideologi Pancasila pada Rabu (14/3).
Berdasarkan agenda dari Biro Humas MPR, acara tersebut akan dihadiri oleh Pimpinan MPR dan direncakan hadir Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri, Kepala BPIP Yudi Latif.
Anggota Dewan Pengarah BPIP Try Sutrisno, Mahfud MD, Wisnu Bawa Tenaya, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, dan Romo Benny Susetyo
Deputi Bidang Advokasi BPIP Hariyono dan Deputi Bidang Pengendalian dan Evaluasi BPIP Silverius Yoseph Soeharso, Deputi Bidang Pengkajian dan Materi BPIP Anas Saidi.
Pertemuan tersebut akan dilaksanakan di Ruang Delegasi Plaza Nusantara V Lantai 2 Pukul 10.00 WIB.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 5 =