Pedagang Hewan Kurban Diminta Perhatikan Kesejahteraan Hewan

    Yogyakarta, jurnalsumatra.com – Pedagang hewan kurban di Kota Yogyakarta yang banyak muncul menjelang Idul Adha 1439 Hijriah diminta selalu memperhatikan kesejahteraan hewan yang dijual, termasuk kondisi lapak.
“Selama ini, banyak pedagang hewan kurban memanfaatkan lokasi di trotoar. Tentunya, perlu ada perhatian khusus terhadap kondisi lokasi berjualan untuk kesejahteraan hewan kurban,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto di Yogyakarta, Senin.
Dia menjelaskan lokasi penjualan hewan kurban harus layak dengan memperhatikan berbagai hal, di antaranya kebersihan, sirkulasi udara, kemudahan untuk membersihkan lokasi berjualan agar tidak kumuh, serta keselamatan hewan kurban.
Oleh karena itu, Sugeng mengatakan, pemerintah kecamatan dan Dinas Lingkungan Hidup perlu dilibatkan dalam memberikan rekomendasi terhadap tempat penjualan hewan kurban yang layak.
“Kecamatan selaku pihak yang menerbitkan izin terhadap pedagang kaki lima (PKL) harus bisa bersikap tegas. Jika trotoar tersebut merupakan lokasi larangan PKL, maka izin tidak perlu diberikan,” katanya.

Begitu pula dengan Dinas Lingkungan Hidup dapat memberikan rekomendasi terhadap tempat penjualan hewan kurban yang layak ditinjau berdasarkan faktor dukungan dari lingkungan di sekitarnya.
“Sampai saat ini, memang belum terpantau pedagang hewan kurban yang muncul, sehingga perlu diantisipasi sejak awal. Biasanya, tidak ada izin ke kecamatan dan tiba-tiba saja berjualan di trotoar,” katanya.
Selain dari dukungan kondisi lingkungan berjualan yang layak, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta juga akan melakukan pemantauan rutin terhadap kesehatan hewan kurban.
Hewan yang dinyatakan sehat dan layak kurban akan diberi tanda semacam kalung, begitu pula dengan tempat berjualannya.
“Satu atau dua pekan sebelum Idul Adha, kami sudah akan turun memantau hewan kurban di pasar tiban,” katanya.
Selain itu, Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta akan bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada untuk kembali memantau kondisi hewan kurban sehari sebelum penyembelihan dan sesaat sesudah penyembelihan.
“Diperkirakan ada 446 titik penyembelihan hewan kurban di Kota Yogyakarta. Sosialisasi tata cara penyembelihan hewan kurban yang benar juga akan kami selenggarakan ke takmir-takmir masjid,” katanya.  (anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − eleven =