Pedagang Kompak Bersihkan Pasar Tradisional

    Yogyakarta, jurnalsumatra.com – Pedagang pasar tradisional Kota Yogyakarta kompak terlibat dalam gerakan “Reresik Pasar” untuk mendukung kebersihan pasar sesuai slogan pasar yaitu “Pasare resik rejekine apik atine becik sing tuku ora kecelik”.
“Semua paguyuban pedagang sudah sepakat untuk ikut gerakan reresik pasar. Kegiatan akan dilakukan tiap Kamis Pon dengan sasaran pembersihan yang berbeda-beda,” kata Ketua Paguyuban Pasar Tradisional Kota Yogyakarta Budi Kusuma di sela peluncuran gerakan Reresik Pasar di Pasar Beringharjo Yogyakarta, Kamis.
Menurut dia, pada kegiatan perdana tersebut, pembersihan difokuskan pada kebersihan lantai pasar dengan cara diguyur menggunakan air dan pembersih lantai.
Budi menyebutkan, gerakan tersebut murni berasal dari keinginan pedagang tanpa ada tekanan dari pihak manapun termasuk dari pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Oleh karena itu, lanjut Budi, seluruh keperluan dan peralatan untuk membersihkan pasar berasal dari swadaya pedagang termasuk kebutuhan konsumsi.
Pada kegiatan kedua yang akan digelar 35 hari mendatang, kegiatan membersihkan pasar akan difokuskan pada kebersihan dinding dengan melakukan pengecatan ulang.
Meskipun digelar pada hari yang sama, namun jam pelaksanaan kegiatan di tiap pasar tradisional berbeda-beda tergantung aktivitas pasar. Pasar Beringharjo melakukan kegiatan pada pukul 07.00 WIB hingga 08.00 WIB karena keramaian pasar baru dimulai pukul 09.00 WIB.

    Pasar Sentul memilih pukul 10.00 WIB usai keramaian pasar, dan Pasar Giwangan serta Pasar Klithikan pada sore hari karena keramaian pasar terjadi pada malam hari.
“Kami berharap, seluruh pasar tradisional di Yogyakarta menjadi semakin bersih. Tidak ada lagi anggapan bahwa pasar tradisional itu kotor dan penuh sampah,” kata Budi yang menyebut ada delapan truk sapah yang rutin mengambil sampah dari 30 pasar tradisional di Kota Yogyakarta.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakara Maryustion Tonang mengatakan, kegiatan peluncuran Reresik Pasar dipusatkan di Pasar Beringharjo.
“Gerakan ini menunjukkan ada kepedulian pedagang untuk ikut menjaga kebersihan pasar. Harapannya, kegiatan ini menjadi budaya seluruh pedagang pasar,” katanya.
Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta HaryadiSuyuti dan Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi memberikan apresiasi terhadap inisiatif pedagang dan berharap kegiatan pada Kamis Pon berikutnya berjalan secara otomatis tanpa harus diperintah.
“Kegiatan ini juga membuktikan bahwa slogan pasar yaitu “pasare resik rejekine apik atine becik sing tuku ora kecelik” (pasarnya bersih rejekinya bagus hatinya baik pembeli tidak kecewa) itu bukan isapan jempol saja,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut bisa menjadi contoh bagi kota atau kabupaten lain. “Saya pun akan membagikan kegiatan ini supaya diketahui oleh Presiden Joko Widodo dan juga Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito,” katanya.(anjas)

Leave a Reply