Pedagang Kulon Progo Melakukan “Boyongan Rojo Koyo”

    Kulon Progo, jurnalsumatra.com – Ratusan pedagang hewan Pasar Legi Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan pindahan “Boyongan Rojo Koyo” ke Pasar Hewan Terpadu Pengasih.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Bambang Tri Budi di Kulon Progo, Kamis mengatakan pemkab sedang melakukan penataan kawasan Kota Wates dan Pengasih, sesuai Perda RTRW.
“Lokasi Pasar Legi Pengasih berdasarkan Perda RTRW diperuntukan untuk kawasan pendidikan dan perkantoran, sehinga pasar hewan perlu dipindah ke lokasi lain,” kata Bambang.
Ia mengatakan Pasar Legi Pengasih dipindah ke Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, dengan luasan lahan seluas 4,6 hektare, dan menjadi Pasar Hewan Terpadu Kulon Progo. Aktivitas perdagangan setiap pasaran Jawa Legi dan Wage. Pada pasaran Legi, Pasar Hewan Terpadu difokuskan pada kambing, dan sapi. Kemudian, pasaran Wage untuk ayam, burung, itik dan lainnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada pedagang hewan yang bersedia untuk dipindahkan ke Pasar Hewan Terpadu Pengasih dengan berjalan lancar dan sukses,” katanya.
Bambang mengatakan pembangunan Pasar Hewan Terpadu Pengasih, awalnya dilakukan Dinas Perdagangan sejak 2015-2016, kemudian pada 2017 dilanjutkan Dinas Pertanian dan Pangan dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp9 miliar.

    Ke depan, Pemkab Kulon Progo akan membangun kios untuk dagangan klitikan, angka, itik, parkir, dan los pasar yang dapat menunjang aktivitas perdagangan di Pasar Hewan Terpadu Pengasih.
“Pasar Hewan Terpadu Pengasih akan menjadi pusat perdagangan hewan di Kulon Progo,” katanya.
Asisten Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam Setda Kulon Progo Triyono mengatakan pindahan pedagang dari Pasar Legi Pengasih ke Pasar Hewan Terpadu Pengasih paling sukses dibandingkan dengan pindahan pasar lain.
Hal ini, tentu tidak terlepas dari kesadaran pedagang yang memiliki pandangan yang lebih maju. Namun demikian, ia mengakui Pasar Hewan Terpadu Pengasih belum sempurna. Ke depan, pemkab melalui Dinas Pertanian dan Pangan akan membangun fasilitas bangunan lain untuk percepatan perkembangan pasar hewan ini.
“Kelancaran pindahan Boyongan Rojo Koyo ke Pasar Hewan Terpadu Pengasih, menandakan pedagang memiliki pemikiran yang maju dan memiliki visi dan misi ke depan. Semoga dengan pemindahan pasar ini, semakin bertambah dagangan dan keuntungan, sehingga semakin meningkat kesejahteraan pedagang,” kata Triyono.
Acara  pindahan “Boyongan Rojo Koyo” ke Pasar Hewan Terpadu Pengasih dilakukan dengan memindah seluruh pedagang dengan jalan kaki diiringi dengan kesenian tradisional.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + 7 =