Pekalongan Pesimistis Target PAD TPI Terlampaui

     Pekalongan, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menyatakan pesimistis target pendapatan asli daerah (PAD) 2017 dari sektor tempat pelelangan ikan sebesar Rp6 miliar akan terlampaui.
Kepala TPI Kota Pekalongan, Sugiyo di Pekalongan, Jumat, mengatakan bahwa beberapa hal yang menghambat tidak tercapainya PAD dari sektor TPI antara lain akibat terjadinya pendangkalan alur pelabuhan dan lamanya surat izin berlayar kapal nelayan.
“Saat ini, banyak kapal nelayan lebih memilih membongkar hasil tangkapan ikan di TPI daerah lain karena kapal sulit merapat ke pelabuhan dan lamanya proses surat izin berlayar,” katanya.
Ia mengatakan hingga Oktober 2017, PAD dari sektor TPI baru mencapai sekitar Rp3,7 miliar dari target yang ditentukan Rp6 miliar.
“Oleh karena, kami pesimistis target PAD 2017 sebesar Rp6 miliar akan terlampaui. Kendati demikian, dengan menyisakan waktu sekitar 2 bulan ini, target PAD 2017 dapat tercapai karena pada November dan Desember biasanya banyak kapal masuk ke pelabuhan,” katanya.

     Menurut dia, produksi lelang ikan pada Jumat (27/10) menmcapai sekitar Rp476 juta yang diperoleh dari kapal jenis “Arek-Arek” Rp76 juta dan kapal purse saine Rp400 juta.
“Sebenarnya, harga ikan di TPI Kota Pekalongan cukup tinggi dibanding dengan TPI daerah lain. Akan tetapi akibat terjadinya pendangkalan alur dan lamanya proses surat izin berlayar keluar cukup lama maka banyak nelayan yang memilih membongkar hasil tangkapan ikannya di TPI daerah lain,” katanya.
Ia menambahkan berkurangnya produksi lelang di TPI maka saat ini harga ikan relatif cukup tinggi atau naik sekitar Rp2 ribu per kilogram.(anjas)

Leave a Reply