Pekerja Hiburan Minta Kebijaksanaan Terkait Penutupan Karaoke

Pamekasan, jurnalsumatra.com – Para pekerja dan pengusaha hiburan di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, meminta kebijaksanaan pemkab setempat untuk membuka kembali tempat hiburan karaoke yang telah ditutup pada 1 Januari 2019, karena akibat kebijakan tersebut, para pekerja hiburan mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) dan menjadi pengangguran.
Puluhan pekerja seni hiburan serta pemandu lagu dari lima tempat hiburan karaoke yang ditutup Pemkab Pamekasan pada 1 Januari 2019, Minggu berkumpul, dan meminta pemkab meninjau kembali keputusan menutup tempat hiburan karaoke di kota itu.
“Pemkab harus bijaksana, karena teman-teman yang mencari penghidupan melalui dunia hiburan saat ini telah menjadi pengangguran. Puluhan orang telah mengalami PHK akibat penutupan karaoke di Pamekasan ini,” kata juru bicara pekerja dan pengusaha seni hiburan Pamekasan dari unsur Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Zaini.
Pertemuan antarpekerja seni dan hiburan karaoke yang mengalami PHK itu, juga menjadi ajang klarifikasi kepada publik.
Mereka tidak terima dengan tuduhan yang disampaikan sebagian masyarakat Pamekasan yang menyebutkan bahwa tempat karaoke menjadi ajang maksiat.

Para pemadu lagu ini menjelaskan, mereka bekerja secara profesional dan tidak ada praktik prostitusi.
“Mereka bekerja dan bukan berbuat asusila,” kata salah seorang pengusaha karaoke Moh Wawan Erliyanto.
Menanggapi protes pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh para pekerja seni dan hiburan karaoke akibat penutupan paksa oleh Pemkab Pamekasan itu, Bupati Baddrut Tamam menyatakan, pemkab telah melakukan pendataan dan mencarikan solusi alternatif bagi mereka.
“Insya Allah secepatnya saya akan memanggil karyawan untuk mencarikan solusi,” katanya, di Pamekasan per telepon, Minggu malam.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 + 10 =