Peladang Pesisir Selatan Diajak Lakukan Pembakaran Terkendali

     Painan, Sumbar, jurnalsumatra.com – Dinas Kehutanan (Dishut) Sumatera Barat (Sumbar) mengajak peladang di Kabupaten Pesisir Selatan provinsi setempat agar melakukan pembakaran secara terkendali untuk meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
“Sebenarnya membakar lahan bukanlah hal yang baik dilakukan saat ingin berladang, namun jika mengharuskan maka lakukanlah secara terkendali,” kata Kepala Seksi Pengendalian Hutan dan Lahan, Dinas Kehutanan Sumbar, Dudi Badrudin dihubungi di Painan, Senin.
Ia menjelaskan pembakaran terkendali dapat dilakukan dengan membagi lahan yang akan dibakar menjadi beberapa bagian, selanjutnya dibakar secara bergantian.
Seterusnya melokalisir lahan yang dibakar supaya api hasil pembakaran tidak merembet ke lokasi sekitarnya.
Langkah terakhir yang harus dilaksanakan peladang menunggu atau memastikan api hasil pembakaran benar-benar padam setelah itu barulah meninggalkan lokasi.
Ia menyebutkan akibat kebakaran lahan dan hutan tidak hanya menyebabkan polusi udara, namun juga menyebabkan punahnya ekosistem dan lainnya.
Sepanjang 2017 di Provinsi Sumatera Barat terjadi sembilan kali kebakaran hutan dan lahan dengan luas mencapai 147,5 hektare.
Kebakaran itu terjadi di Pasaman Barat dengan luas 22 hektare, Pasaman 10 hektare, Sijunjung tiga hektare, Limapuluh Kota 108 hektare dan Padang 4,5 hektare.
Rata-rata dari kasus tersebut api berasal dari pembakaran lahan yang dilakukan secara tidak terkendali.
“Itu hanya kasus yang terpantau oleh Dinas Kehutanan Sumbar dan di luar itu masih terdapat beberapa kasus, namun bisa dituntaskan oleh BPBD kabupaten/kota atau pun Dinas Kebakaran setempat,” katanya.
Sebagai upaya meminimalkan pembakaran lahan Dinas Kehutanan Sumbar terus melakukan sosialisasi ke daerah-daerah yang sebagian besar masyarakatnya menggantungkan ekonomi sebagai peladang, pada pertengahan November 2017 sosialisasi dilakukan di Nagari (desa adat) Lakitan Tengah, Kabupaten Pesisir Selatan.(anjas)

Leave a Reply