Pelaku Perampokan PT Pinago Menyerahkan Diri

Muba, jurnalsumatra.com –  Panji Ahmat Akbar (19) warga Dusun 2 Desa Muara Punjung Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin (Muba) yang merupakan DPO kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap 2 orang buru bangunan yang terjadi di Devisi 1 Blok C 27 PT Pinago Utama Desa Sugi Waras Kecamatan Babat Toman.

Akhirnya menyerahkan diri ke Mapolsek Babat Toman Resort Muba, Ahad (29/09/2019) pukul 22.30 wib dengan didampingi pihak keluarga.

Satu dari lima pelaku perampokan tersebut menyerahkan diri berawal dari Tim gabungan Sat Reskrim Polres Muba, Polsek Babat Toman dan Jatanras Polda Sumsel menangkap warga Desa Muara Punjung Kecamatan Babat Toman bernama Nazirin (32) yang merupakan penadah barang hasil perampokan tersebut, Sabtu (28/09/2019) pukul 15.30 wib. Dan hasil dari penangkapan tersebut ditemukan barang bukti berupa 1 buah Hp noka tipe 1178. 

Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, SIK membenarkan satu dari lima orang pelaku yang masuk daftar pencarian orang (DPO). Atas kasus perampokan terhadap buruh bangunan hingga meninggal dunia akhirnya menyerahkan diri. Serta seorang penadah barang rampokan turut diamankan.

“Ya, satu tersangka perampokan (curas) yakni Panji (19) menyerahkan diri ke Mapolsek Babat Toman. Dengan didampingi pihak keluarga pada, Minggu (29/09/2019). Kemudian satu orang penadah barang hasil perampokan yakni Nazirin (31) berhasil kita tangkap pada, Sabtu (28/09/2019), ” terang dia.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, dari hasil interogasi terhadap tersangka Panji bahwa. Dirinya melakukan perampokan bersama empat orang rekannya. Yakni inisial S, A, AS, dan R (masih dpo). 

Dijelaskanya kronologis bermula, Sabtu (21/09/2019) pukul 02.30 wib lalu. Tepatnya di area divisi 1 blok C 27 PT Pinago Utama Desa Sugi Waras Kecamatan Babat Toman.

Kelima pelaku yang membawa 2 pucuk senpi laras panjang dan 1 pucuk senpi laras pendek mendatangi camp tempat tingal para korban yakni Yulius (35), Tarmizi (35) dan Sayuti (61) warga Desa Rantau Sialang Kecamatan Sungai Keruh. Disana para pelaku bekerja membangun jembatan milik PT Pinago Utama.

Setelah datang ke camp para korban para pelaku membangunkan korban yang sedang tertidur lelap. Selanjutnya satu pelaku inisial A menembak mengunakan senpira laras panjang dan mengenai kedua korban yakni Yulius dan Tarmizi hingga meninggal dunia. Sedangkan korban Sayuti yang masih hidup diikat oleh tersangka Panji. 

Setelah berhasil mengambil barang milik korban berupa 2 unit sepeda motor, 2 unit hp, jam tangan, dompet dan 1 buah senter, akhirnya para pelaku melarikan diri.

Kemudian setelah berhasil melepaskan ikatan, Korban Sayuti menemui temannya yang membuat jembatan dilokasi lain. Kemudian melaporkan kejadian ke Mapolsek Babat Toman. Atas kejadian ini kerugian ditaksir mencapai Rp 30 juta.

Dari interogasi itu. Setelah mengetahui identitas tersangka lain. Tim gabungan yang terdiri dari Sat Reskrim Polres Muba, Polsek Babat Toman dan Jatanras Polda Sumsel melakukan penggerbakan. Namun para tersangka lainnya tidak berada ditempat. Hasilnya didapat barang bukti berupa perahu dan mesin ketek yang digunakan para pelaku menuju TKP.

Guna proses lebih lanjut. Saat ini tersangka Panji dan Nazirin berikut barang bukti sudah kita amankan di Mapolsek Babat Toman. Sementara para pelaku lain terus kita buru.

“Tersangka Nazirin akan kita jerat pasal 480 KUHPidana. Sedangkan tersangka Panji akan kita jerat pasal 365 KUHPidana, ” Ujarnya. (Rafik elyas).