Pelamar CPNS Tenaga Kesehatan Terbanyak Di Baubau

Baubau, Sultra, jurnalsumatra.com – Hingga kini pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, terbanyak dari tenaga kesehatan mencapai 538 orang.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Baubau, Asmaun, di Baubau, Kamis, mengatakan, untuk pelamar pada tenaga guru sebanyak 244 orang, juga tenaga teknis lain berjumlah 309 orang.
“Jumlah yang mendaftar pada posisi Rabu (10/10) sebanyak 1.091 orang, sementara yang sudah mengembalikan berkas 663 orang,” ujarnya.
Dia merinci, dari jumlah calon peserta yang telah mengembalikan berkas tersebut terdapat 145 orang untuk tenaga guru, 344 tenaga kesehatan dan 174 untuk tenaga teknis lainnya.
“Jadi masih ada sekitar 400-an pelamar yang belum mengembalikan berkas,” katanya.
Pendaftaran CPNS yang dibuka secara serentak di seluruh Indonesia secara online (dalam jaringan/daring) tersebut, kata dia, batas pendaftarannya masih tersisa lima hari ke depan atau pada 15 Oktober 2018.
Namun untuk mengantisipasi adanya pendaftar yang masuk pada hari terakhir, pihaknya memberi tambahan waktu pengembalian berkas selama dua hari yakni 16 dan 17 Oktober.

“Kita berikan tambahan waktu karena kita mengingat jangan sampai ada yang mendaftar tanggal 15 itu.
Misalnya yang bersangkutan dari daerah lain, maka harus diberikan kemudahan dan pelayanan yang baik,” katanya.
Pembukaan pendaftaran CPNS yang awalnya dari 19 September 2018 namun terjadi penundaan pada 26 September 2018 itu, kata dia, pelamar tidak hanya dari daerah itu, tetapi juga terdapat pendaftar dari luar Baubau seperti Makassar, Bantaeng (Sulsel), Muna, Kendari, dan Konawe Selatan (Sultra).
“Alasannya mungkin dia cari jurusan sesuai dengan formasi di ijazahnya,” katanya, menambahkan kuota Baubau sebanyak 152 orang.
Dalam mempermudah pengurusan berkas para pencari kerja sebagai aparatur sipil negara itu, kata dia, pihaknya membuka sistem pelayanan dengan membagi pada masing-masing jurusan yakni,  kesehatan, guru dan tenaga teknis lain.
“Jadi ada tiga loket itu masing masing melayani. Dan alhamdulillah dari jumlah peserta yang ada ini, setiap harinya tidak ada yang berdesakan desakan atau tidak mengalami antrian panjang,” katanya.
Untuk menghindari kerja terburu-buru dalam verifikasi berkas, kata dia pula, proses perbaikan berkas tersebut mulai dilakukan hari ini (11/10) sesuai hasil rapat yang digelar.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + 6 =