Pelari Nasional Meriahkan Napak Tilas Jenderal Sudirman

     Kediri,jurnalsumatra.com – Sejumlah pelari nasional ikut meriahkan kegiatan napak tilas yang Ke-36 Panglima Besar Jenderal Sudirman dengan rute Kediri-Bajulan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menempuh jalur gerilya yang pernah dilewati rombongan jenderal tersebut.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kota Kediri Nur Muhyar mengemukakan kegiatan tersebut memang bebas diikuti siapapun. Mereka ada yang berangkat secara perorangan juga ada yang kelompok.

“Kegiatan ini sudah rutin. Walaupun saat ini eranya sudah kekinian, kami tetap harus mengadakan, demi meneladani perjuangan pahlawan. Kami kira perjuangan mereka sangat patut diteladani generasi muda,” katanya setelah pemberangkatan rombongan tersebut di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Kediri, Sabtu.

Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai unsur. Ada yang pelari, pelajar, bahkan dari TNI dan polri. Mereka ikut jalan bersama menempuh rute gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman mulai dari Kediri – Kabupaten Kediri hingga Bajulan, Kabupaten Nganjuk. Jumlah peserta yang ikut sekitar 750 peserta.

Sejumlah pelari nasional yang ikut misalnya Rakha, atlet lari nasional asal Kediri serta Wayan pelari asal Bali. Mereka ikut menjajal kemampuan lari dengan medan yang berliku, naik turun, melewati hutan serta perbukitan.

Nur menambahkan, kegiatan ini memang sengaja dibuat dalam bentuk lomba, sehingga para peserta juga termotivasi. Para pemenang ada yang kategori perorangan dan kelompok. Mereka dinilai oleh tim khusus yang menlai berdasarkan kriteria misalnya kecepatan dan ketepatan waktu.

Sebelumnya, kata dia, juga sudah mengadakan beragam kegiatan misalnya sosialisasi serta sarasehan. Masyarakat bisa mengetahui kegiatan ini dan termotivasi ikut. Selain meneladani perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman, juga melatih kemampuan olah diri, yaitu lari.

Ketua KNPI Kota Kediri Reza Darmawan mengatakan, kegiatan ini diharapkan bisa memicu semangat kepahlawanan dari para peserta. Namun, ia mengakui jumlah peserta yang ikut acara ini turun, salah satunya karena di daerah lain juga banyak kegiatan yang sama.

“Banyak kegiatan yang sama, misalnya lari 10 kilometer di lain daerah. Jadi, peserta banyak yang mencurahkan perhatian di acara dengan jalur yang lebih pendek. Namun, kami tetap berupaya ke depan acara ini lebih baik,” katanya.

Ia juga menambahkan, KNPI juga akan menggandeng para sejarawan membuat titik-titik tertentu untuk sosilisasi tentang napak tilas ini. Diharapkan, dengan sosilisasi yang lebih gencar, ke depan peserta juga lebih banyak lagi.

Selain itu, selama kegiatan, mereka juga akan mendapatkan dampingan dari tim medis, TNI, ataupun polri. Ada enam titik istirahat yang dibuat, sehingga jika ada peserta yang sakit di tengah perjalanan, bisa mundur untuk istirahat.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × 2 =