Pelatih Targetkan Emas AG Kendati Persaingan Berat

     Jakarta, jurnalsumatra.com – Salah satu pelatih pemusatan latihan nasional (pelatnas) cabang olahraga kabaddi, Kadek Yogi Parta Lesmana, menargetkan satu emas dari anak-anak asuhnya pada Asian Games 2018, kendati persaingannya berat.
“Di Asian Games 2018 nanti, target kami tidak muluk, tapi kami menargetkan meraih emas, karena kami percya kekuatan adik-adik kita, mereka dapat bersaing di Asian Games 2018 nanti,” kata Yogi saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.
Yogi menjelaskan satu emas tersebut ditargetkan pada tim putri yang diceritakannya mampu memberikan harapan untuk itu, karena dalam dua edisi Asian Beach Games (2008 dan 2010), tim putri mampu memperoleh medali perunggu.
Namun, ketika ditanya mengenai persaingan, Yogi menyebut saat ini kekuatan kabaddi merata, dan berpotensi menjadi batu sandungan bagi Indonesia untuk menjadi jawara di hadapan publik sendiri.
Akan tetapi, menurutnya tim Indonesia mampu bersaing di tengah gempuran negara-negara di kawasan Asia Selatan yang dominan di beberapa edisi pesta olahraga negara-negara Asia ini.
“Kami yakin kita bisa bersaing, karena bagian tim yang berpengalaman dalam turnamen internasional itu, juga tergabung dalam tim ini,” katanya.

     Yogi menuturkan setidaknya ada tiga pemain mantan punggawa Asian Beach Games di dalam pelatnas saat ini, mereka adalah Komang Ariningsih, Ni Ketut Puspasari dan Kadek Ernawati yang juga diharapkan bisa menjadi mentor bagi rekan-rekannya dalam tim.
“Dengan adanya mereka, dan pengalaman tim ini dalam beberapa kejuaraan internasional, kita bisa sebenarnya. Karenanya kita tempa seluruhnya mulai fisik, teknik dan mental. Semua di lapangan bisa terjadi,” ujarnya.
Dia mengharapkan target tersebut bisa terealisasi yang juga bisa menjadi motivasi bagi tim putra untuk membuat kejutan di Asian Games 2018 di Indonesia.
Tim kabaddi Indonesia di bawah pelatnas Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI), tengah menjalani program pelatihan yang dipusatkan di Denpasar, Bali, sejak Desember 2017 lalu. Rencananya di akhir Maret tim yang terpilih akan menjalani training camp (tc) di India sekitar dua pekan yang akan berlanjut dengan uji coba dalam turnamen internasional di Korea Selatan sebagai persiapan Asian Games 2018.
Berdasarkan berbagai sumber, kabaddi yang dimainkan oleh dua tim yang terdiri dari tujuh orang ini, berkembang dan populer di Asia Selatan, bahkan menjadi olahraga nasional di Bangladesh dan beberapa negara bagian di India.
Diketahui, sejak dimainkan pada Asian Games 1990 di Beijing, China, untuk putra, dan Asian Games 2010 Guangzhou, Beijing, untuk putri, India selalu menjadi pemenangnya.
Negara-negara Asia Selatan dan Asia Tengah membuntuti di belakang India. Sementara negara-negara kawasan lainnya, terbaik dicetak oleh Thailand dengan menjadi runner-up pada edisi 2010, dan di kategori putra hanya ada Jepang, China dan Korea Selatan yang selalu meraih perunggu.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − 5 =